Global Expose TV Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara – Pembangunan box culvert di kawasan Mitra Halim, Kelurahan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, menjadi sorotan masyarakat. Pekerjaan konstruksi tersebut dipertanyakan karena terdapat sejumlah kondisi di lapangan yang dinilai perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut terkait kesesuaian volume, mutu material, spesifikasi teknis, dan pelaksanaan pekerjaan.
Sorotan itu mencuat setelah sejumlah awak media melakukan peninjauan ke lokasi pada Kamis (17/9/2026). Dari penelusuran di lapangan, awak media berbincang dengan sejumlah warga sekitar yang menyampaikan keluhan dan mempertanyakan kualitas serta pelaksanaan proyek box culvert tersebut.
Pekerjaan tersebut diketahui tercatat sebagai kegiatan pengadaan pekerjaan konstruksi di wilayah Kelurahan Kotapinang melalui sistem pengadaan resmi pemerintah. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pekerjaan itu menggunakan Nomor Kontrak 009/SPK/POKOM-BM2/APBD/PL/DPUTR/2026, dengan nilai kontrak yang disebut sebesar Rp99.778.000.
Namun, sejumlah hal di lapangan dinilai perlu diklarifikasi oleh pihak pelaksana maupun instansi terkait. Persoalan yang menjadi perhatian antara lain menyangkut kesesuaian ukuran dan volume box culvert, kualitas beton dan pembesian, pekerjaan pondasi atau lapisan dasar, hingga transparansi informasi kegiatan.
Dalam pekerjaan konstruksi, kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen kontrak, Kerangka Acuan Kerja (KAK), spesifikasi teknis, serta gambar kerja menjadi bagian penting yang perlu dipastikan. Karena itu, apabila terdapat dugaan pengurangan volume atau perubahan spesifikasi, hal tersebut semestinya dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan dokumen pekerjaan, bukan semata-mata berdasarkan penilaian di lapangan.
Begitu pula dengan kualitas beton dan pembesian. Penggunaan material serta ukuran tulangan seharusnya mengacu pada spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan benar-benar memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah pekerjaan lapisan dasar atau sub-base. Pemadatan tanah dan penggunaan material alas yang sesuai sangat penting untuk menjaga kestabilan konstruksi. Namun, apakah pelaksanaan di lokasi telah memenuhi spesifikasi kontrak tentu perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh tenaga teknis yang berwenang.
Selain persoalan teknis, masyarakat juga mempertanyakan transparansi proyek, termasuk informasi mengenai nilai pekerjaan, sumber anggaran, pelaksana, serta ketentuan teknis lainnya. Jika informasi proyek tidak terlihat di lokasi, pihak terkait perlu memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Sejumlah warga bahkan meminta agar proyek tersebut tidak hanya dilihat secara kasatmata, tetapi diperiksa secara menyeluruh. Mereka berharap Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu Selatan selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dapat melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan, termasuk mencocokkan kondisi fisik di lapangan dengan dokumen kontrak dan pembayaran pekerjaan.
“Kami berharap proyek ini diperiksa secara terbuka. Kalau memang sesuai spesifikasi, tentu masyarakat juga akan mengetahuinya. Tetapi kalau ada kekurangan, harus diperbaiki sesuai aturan,” ujar warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Masyarakat juga meminta aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan, dapat memberikan perhatian apabila nantinya ditemukan bukti awal adanya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.
Meski demikian, dugaan penyimpangan maupun dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai suatu pelanggaran hukum sebelum dilakukan pemeriksaan dan ditemukan bukti yang cukup. Penilaian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran harus didasarkan pada dokumen kontrak, hasil pemeriksaan teknis, proses pembayaran, serta alat bukti yang sah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan instansi terkait belum memberikan keterangan mengenai berbagai pertanyaan yang muncul di lapangan. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tetap diperlukan untuk memperoleh informasi yang berimbang.
Penulis : Tim Redaksi dan MP
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Proyek Box Culvert di Mitra Halim Dipertanyakan, Warga Minta Inspektorat dan APH Turun Tangan












