Berawal dari Dugaan Pencurian Sawit, Perselisihan di Kebun Berujung Saling Lapor

Senin, 21 September 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Kutai Kartanegara, SAMBOJA – Perselisihan di kawasan perkebunan di Kampung Baru, RT 07, Kelurahan Senipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, berujung pada laporan polisi. Persoalan yang awalnya disebut berkaitan dengan dugaan pencurian buah kelapa sawit tersebut kemudian berkembang menjadi keributan hingga kedua pihak menempuh jalur hukum.

Pemilik kebun berinisial BI menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Jumat malam, 18 September 2026. Saat kejadian, tiga orang yang disebut sebagai anggotanya, yakni Ax, Si, dan Nr, berada di sebuah pondok yang berada di kawasan kebun miliknya.

Menurut BI, tidak lama kemudian datang sejumlah orang menggunakan satu unit mobil Ford Ranger dan dua sepeda motor. Mereka disebut terdiri dari ID, NN, Si, serta istri dan keluarga ID.

BI menyebut kedatangan rombongan tersebut berkaitan dengan dugaan pencurian buah sawit. Situasi kemudian memanas hingga terjadi perselisihan antara kedua kelompok.

Dalam kejadian tersebut, BI mengaku sejumlah barang milik anggotanya turut dibawa, di antaranya tas dan telepon seluler.

“Setelah permasalahan diselesaikan oleh RT 07 atas nama JM, justru pihak mereka yang lebih dahulu melapor ke Polsek,” ujar BI.

Mengetahui adanya laporan tersebut, BI kemudian mendatangi Polsek Samboja bersama sejumlah orang untuk memastikan ketiga anggotanya menjalani proses pemeriksaan.

BI menegaskan, dirinya tidak keberatan apabila anggotanya memang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

“Saya datang karena mereka anggota saya. Kalau memang ada kesalahan, silakan diperiksa sesuai hukum,” katanya.

Berdasarkan penuturan BI, ketiga orang tersebut kemudian menjalani pemeriksaan awal dan diperbolehkan pulang. Pihak kepolisian juga disebut meminta BI membawa seluruh anggotanya pulang setelah proses pemeriksaan selesai.

Namun, BI mengaku masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diklarifikasi. Ia kemudian membuat laporan balik kepada pihak kepolisian pada keesokan harinya.

Klaim Dugaan Ancaman

Selain persoalan dugaan pencurian sawit dan keributan, BI juga mengaku menerima informasi mengenai dugaan ancaman terhadap salah satu anggota kelompoknya.

Menurut BI, anggota tersebut disebut diminta membawa anggota BI ke Polsek. Apabila permintaan itu tidak dilakukan, disebut akan ada pihak yang mendatangi rumahnya.

BI mengklaim percakapan tersebut telah direkam dan tersimpan di telepon seluler. Rekaman itu, menurutnya, dapat diserahkan sebagai bahan dalam proses pemeriksaan apabila dibutuhkan penyidik.

Ia berharap kepolisian menangani seluruh laporan secara menyeluruh dengan memeriksa keterangan para pihak serta mencermati bukti yang disampaikan.

“Saya berharap polisi betul-betul meneliti laporan ini. Kalau memang ada bukti, silakan diproses sesuai hukum. Kami hanya ingin persoalan ini diperiksa secara objektif,” ujarnya.

BI juga menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan tersebut merupakan warga secara pribadi dan, menurut keterangannya, tidak berkaitan dengan organisasi kemasyarakatan tertentu.

Minta Persoalan Tidak Melebar

Terkait dugaan pencurian buah sawit, BI mempertanyakan lokasi serta dasar tuduhan yang diarahkan kepada ketiga orang yang berada di pondok tersebut.

Ia menegaskan, pondok tempat ketiga anggotanya berada merupakan bagian dari kawasan kebun miliknya.

BI berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani secara profesional oleh Polsek Samboja sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Kami berharap persoalan ini segera diusut dan diselesaikan secepatnya. Jangan sampai melebar ke mana-mana dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, keterangan mengenai dugaan pencurian sawit, keributan, maupun dugaan ancaman masih berdasarkan penuturan BI. Kepastian mengenai rangkaian kejadian serta ada atau tidaknya unsur pidana masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses hukum dari pihak kepolisian.

Masing-masing pihak memiliki hak untuk memberikan keterangan dan bukti dalam proses penyelidikan maupun penyidikan. Polisi diharapkan dapat mengungkap fakta berdasarkan alat bukti dan keterangan para pihak secara objektif serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Facebook Comments Box

Penulis : S bri dan team

Editor : Korwil Provinsi Kaltim

Sumber Berita: Berawal dari Dugaan Pencurian Sawit, Perselisihan di Kebun Berujung Saling Lapor

Berita Terkait

Sinergi Tanggap Bencana Karhutla, Brimob Kaltim Bersama BPBD Padamkan Kebakaran Lahan 100 Hektar di Kutai Barat
Tanggap Karhutla, Brimob Kaltim Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman dan Pendinginan di Manggar
Perdarahan Otak 110 CC, Forensik Ungkap Penyebab Kematian Warga Binaan Lapas Balikpapan
TANJAKAN MAUT GUNUNG SORUQ: Bus DAMRI dan Truk Bertabrakan, 1 Orang Tewas, 2 Luka Berat
Polres PPU Gerak Cepat Salurkan Air Bersih, 17 KK di Gunung Seteleng Terbantu
Perkuat Pengawasan Pintu Masuk Balikpapan, Polsek Pelabuhan Semayang dan Bandara Pererat Sinergi Komunitas Karantina
KRYD Polresta Balikpapan Diperkuat, Karhutla Diantisipasi dan Operasi Keselamatan 2026 Dimatangkan
Polwan dan Bhayangkari Kaltim Salurkan 200 Paket Gula, Wujud Kepedulian kepada Warga Prapatan
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Sinergi Tanggap Bencana Karhutla, Brimob Kaltim Bersama BPBD Padamkan Kebakaran Lahan 100 Hektar di Kutai Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Tanggap Karhutla, Brimob Kaltim Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman dan Pendinginan di Manggar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Perdarahan Otak 110 CC, Forensik Ungkap Penyebab Kematian Warga Binaan Lapas Balikpapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:23 WIB

TANJAKAN MAUT GUNUNG SORUQ: Bus DAMRI dan Truk Bertabrakan, 1 Orang Tewas, 2 Luka Berat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Perkuat Pengawasan Pintu Masuk Balikpapan, Polsek Pelabuhan Semayang dan Bandara Pererat Sinergi Komunitas Karantina

Berita Terbaru