Bedah Film “Jihad Selfie”, Densus 88 Perkuat Peran Sekolah dan Keluarga Cegah Radikalisme Pelajar

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV JAKARTA — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta menggelar bedah film Jihad Selfie dan diskusi interaktif sebagai upaya memperkuat pencegahan radikalisme dan ekstremisme kekerasan di kalangan pelajar.

Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Rabu (19/8/2026), tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas Ketua OSIS, guru, komite sekolah, serta wali murid SMA/MA negeri dan swasta se-Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan peran sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Peserta diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman, mulai dari perundungan (bullying), propaganda di media sosial, paham radikal, hingga Nihilistic Violent Extremism (NVE).

Direktur Pencegahan Densus 88 AT Polri yang diwakili Kasubdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Moh Dofir, menegaskan bahwa keluarga dan sekolah memiliki posisi strategis dalam menjaga masa depan generasi muda.

“Keluarga dan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan rasa aman, perhatian, ruang dialog, serta lingkungan yang nyaman dan bebas dari bullying,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua dan pihak sekolah diperlukan untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, termasuk dalam menghadapi perubahan perilaku maupun paparan konten yang berpotensi memengaruhi cara pandang mereka.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Adib menekankan pentingnya membangun pemahaman keagamaan yang moderat dan selaras dengan prinsip kebangsaan.

“Di Kanwil Kementerian Agama tentu mendorong untuk terus terbangunnya pemahaman beragama yang moderat, pemahaman beragama yang sejalan dengan prinsip-prinsip kebangsaan, pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang menjunjung tinggi keragaman, perbedaan dan menolak bentuk kekerasan apa pun,” katanya.

Dari unsur pendidikan, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ali Mukodas mengatakan, pencegahan terorisme tidak dapat dilepaskan dari upaya membangun karakter generasi muda yang tangguh dan mampu menghargai perbedaan.

“Pencegahan terorisme pada akhirnya bukan hanya tentang mencegah sebuah tindakan kekerasan, melainkan kita sedang membangun generasi yang tidak mudah dipecah oleh perbedaan dan tidak mudah dihasut oleh kebencian,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi interaktif, Densus 88 AT Polri melalui Kompol Agus Isnaini turut mengingatkan adanya tantangan baru di ruang digital. Perkembangan teknologi memungkinkan narasi ekstrem menyebar secara cepat dan menyasar kelompok remaja melalui berbagai platform.

“Anak diperkenalkan pada konten atau figur bernuansa keluhan, ketidakadilan, atau kebencian—sering lewat game online, forum atau media sosial,” jelasnya.

Karena itu, literasi digital dan kemampuan orang tua maupun guru dalam mengenali pola paparan konten ekstrem dinilai menjadi bagian penting dari upaya pencegahan sejak dini.

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI, Ruspita Putri Utami, juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang inklusif sekaligus memperkuat kemampuan sekolah dalam melakukan deteksi dini.

“Jangan lagi ada eksklusivisme di sekolah. Harus inklusif, benar-benar inklusif, dan yang cukup paling penting adalah kemampuan sekolah melakukan deteksi dini,” tegasnya.

Sementara itu, Spesialis Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Ignatius Setiawan Cahyo Nugroho, menyoroti perlunya pendekatan sistemik dalam perlindungan anak. Menurutnya, pencegahan tidak cukup dilakukan dengan menangani persoalan secara parsial.

“Kita sering memberikan jawaban tidak sistemik, sedangkan masalahnya sistemik. Agar kita bisa berpikir sistemik maka kita perlu berpikir secara komprehensif,” katanya.

Melalui metode bedah film dan diskusi interaktif, peserta diajak memahami bagaimana proses paparan ideologi kekerasan dapat berlangsung, termasuk faktor lingkungan, relasi sosial, serta pemanfaatan ruang digital dalam penyebaran narasi ekstrem.

Kegiatan tersebut sekaligus mendorong penguatan komunikasi antara anak, orang tua, guru, dan lingkungan sekolah agar potensi persoalan dapat dikenali dan ditangani sejak dini.

Densus 88 AT Polri bersama para pemangku kepentingan berharap kegiatan ini dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kapasitas deteksi dini di lingkungan pendidikan, serta mendorong terciptanya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan maupun pengaruh ideologi ekstrem.

Facebook Comments Box

Penulis : S Bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: Bedah Film “Jihad Selfie”, Densus 88 Perkuat Peran Sekolah dan Keluarga Cegah Radikalisme Pelajar

Berita Terkait

Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda
Polda Metro Jaya Jaga Ruang Aspirasi, Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan
Dirgayuza: SMA KTB Buka Penjaringan Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia
SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh Selama Tiga Tahun
Penanganan KM Virgo Transport 8 Dilimpahkan ke Mabes Polri, SAR Gabungan Masih Cari 69 Korban
LSM KCBI Kembali Raih Juara 1 Nasional, Ketum Joel B. Simbolon: Ini Kemenangan Seluruh Kader
Kapolri Luncurkan STNK Digital dan Pembayaran Tilang Terintegrasi, Layanan Lalu Lintas Makin Praktis
Polda Metro Jaya Bagikan Air Minum dan Makanan Ringan kepada Peserta Penyampaian Aspirasi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda

Selasa, 29 September 2026 - 10:43 WIB

Polda Metro Jaya Jaga Ruang Aspirasi, Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

Senin, 28 September 2026 - 19:44 WIB

Dirgayuza: SMA KTB Buka Penjaringan Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia

Senin, 28 September 2026 - 19:40 WIB

SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh Selama Tiga Tahun

Senin, 28 September 2026 - 19:32 WIB

Penanganan KM Virgo Transport 8 Dilimpahkan ke Mabes Polri, SAR Gabungan Masih Cari 69 Korban

Berita Terbaru