Global Expose TV JAKARTA – Pengabdian tanpa batas ditunjukkan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, yang gugur saat menjalankan operasi pemberantasan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan mereka, Kapolri menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada ketiganya.
Ketiga Bhayangkara yang gugur dalam tugas tersebut adalah Ipda Anumerta Yudhie, Aipda Anumerta Sumariyanto, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. Penganugerahan KPLB Anumerta ditetapkan berlaku efektif mulai 5 Juli 2026 berdasarkan Keputusan Kapolri.
Insiden bermula pada Rabu (1/7), setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.
Tim Satresnarkoba yang dipimpin Kasat Resnarkoba kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba pada Kamis dini hari. Saat dilakukan upaya penangkapan di kediaman pelaku, personel mendapat perlawanan sengit menggunakan senjata tajam.
Meskipun petugas telah memberikan tembakan peringatan, serangan tidak berhenti. Situasi semakin kritis ketika keluarga terduga pelaku bersama sejumlah warga turut melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya. Dalam kondisi tersebut, tim berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.
Sebanyak sembilan personel berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun, tiga anggota Polri gugur dalam pelaksanaan tugas sebagai garda terdepan pemberantasan narkotika.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya ketiga personel tersebut. Menurutnya, mereka adalah Bhayangkara sejati yang mengorbankan jiwa dan raga demi melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.
“Polri menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga personel terbaik Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Mereka adalah Bhayangkara sejati yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Senin (6/7).
Ia menegaskan, penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta merupakan penghormatan negara dan institusi Polri atas loyalitas, keberanian, serta pengabdian para almarhum dalam menjalankan tugas.
“Penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta merupakan penghormatan negara dan institusi Polri atas jasa serta pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas. Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan,” katanya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Polri memastikan proses hukum atas rangkaian peristiwa tersebut akan diusut secara profesional, transparan, dan tuntas. Institusi juga menjamin seluruh hak keluarga personel yang gugur dipenuhi sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada anggota yang telah mengabdikan diri hingga titik darah penghabisan.
“Polri berkomitmen mengusut secara profesional seluruh rangkaian peristiwa ini. Kami juga memastikan hak-hak keluarga para personel yang gugur dipenuhi sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada anggota yang telah mengabdikan diri hingga akhir hayat,” tutupnya.
Penulis : S bahri dan team
Editor : Korwil
Sumber Berita: Gugur Saat Berantas Narkoba di Katingan, Tiga Personel Polri Dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta












