Global Expose TV Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatra Utara – 24 Desember 2025 – Kegiatan Kelompok Tani Gading Meranti Jaya yang berlangsung di Bukit Harapan II, Kecamatan Simangambat, pada Minggu (21/12/2025), awalnya berjalan dalam keadaan aman dan kondusif. Sekitar 300 orang masyarakat anggota kelompok tani hadir di lokasi kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok Tani Gading Meranti Jaya, Panerang Hasibuan, didampingi oleh penasihat hukum serta jajaran pengurus kelompok tani.
Berdasarkan pantauan di lokasi kegiatan, aparat penegak hukum telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum setempat. Pengamanan dipimpin oleh Kapolsek Padang Bolak, AKP Muallim, bersama sejumlah personel Polsek Padang Bolak, serta didukung oleh kehadiran anggota TNI dari Babinsa setempat.
Dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, aparat penegak hukum secara persuasif mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak melakukan tindakan anarkis, serta mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan menjaga stabilitas kamtibmas.
Pada kesempatan yang sama, pengurus Kelompok Tani Gading Meranti Jaya juga melakukan musyawarah dan negosiasi dengan aparat kepolisian terkait rencana mediasi di Kantor Bupati antara masyarakat dan pihak PT Agrinas Palma Nusantara. Pihak kepolisian menyampaikan akan meneruskan permohonan tersebut kepada Bupati agar dapat difasilitasi pertemuan mediasi. Ketua Kelompok Tani Gading Meranti Jaya menyatakan persetujuannya terhadap rencana mediasi tersebut sebagai bentuk itikad baik masyarakat yang memilih jalur dialog dan taat pada ketentuan hukum.
Namun, menurut keterangan masyarakat di lokasi, di tengah proses musyawarah yang sedang berlangsung tersebut terjadi insiden yang memicu situasi tidak kondusif. Sejumlah yang diduga merupakan karyawan PT Agrinas Palma Nusantara Bukit Harapan, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, datang ke lokasi.
Berdasarkan keterangan pihak kelompok tani dan masyarakat, insiden tersebut diduga disertai tindakan perusakan terhadap sejumlah fasilitas dan logistik milik kelompok tani. Selain itu, masyarakat juga menyampaikan adanya dugaan pihak perusahaan menyewa preman dari luar untuk melakukan intimidasi serta tindakan kekerasan yang mengakibatkan kerugian materiil dan korban luka.
Masyarakat menyebutkan bahwa beberapa sepeda motor milik warga mengalami kerusakan, dan terdapat dua unit sepeda motor yang hingga saat ini masih belum kembali ke pemiliknya. Selain itu, terdapat warga yang mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan.
Terkait peristiwa tersebut, masyarakat menilai perlunya evaluasi terhadap pengamanan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat juga menegaskan bahwa sejak awal telah mengikuti arahan aparat penegak hukum untuk menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Atas kejadian ini, masyarakat menyampaikan kekecewaan dan berharap agar aparat penegak hukum dapat melakukan penanganan secara profesional, objektif, dan transparan, termasuk mendalami seluruh keterangan dari berbagai pihak yang terlibat guna memperoleh kejelasan peristiwa secara utuh.
Masyarakat berharap penyelesaian persoalan ini dapat berpedoman pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33, yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Harapan tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, yang menekankan pentingnya keadilan agraria serta keberpihakan negara terhadap kesejahteraan rakyat.
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat agar segera turun tangan memfasilitasi mediasi yang adil, menjamin perlindungan hukum, serta memastikan penyelesaian persoalan dilakukan secara bermartabat, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Panerangan Hasibuan
Ketua Kelompok Tani Gading Meranti Jaya
Bersama Masyarakat
Penulis : Ramses Sihombing
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Insiden Serius Warnai Kegiatan Kelompok Tani Gading Meranti Jaya, Aparat Diminta Bertindak Tegas












