Global Expose TV Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur – 16 Maret 2026. Polres Probolinggo Siapkan Strategi Antisipasi Kepadatan Mudik–Balik Lebaran 2026, Fokus pada Respons Cepat dan Pelayanan di Titik Rawan,”
Probolinggo. Menyongsong puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026, Polres Probolinggo Polda Jatim menyiapkan serangkaian strategi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus memastikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menegaskan langkah-langkah tersebut dirancang agar pelayanan pengamanan berjalan optimal, arus tetap lancar, dan potensi kemacetan di titik-titik rawan dapat ditekan sejak dini,imbuhnya.
“Setelah apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026, kami langsung mematangkan mitigasi di lapangan—mulai dari kesiapan armada operasional, kecukupan dan penempatan personel, hingga kesiapan pos pengamanan (Pospam), pos pelayanan (Posyan), dan pos terpadu,” ujar AKBP Latif, Minggu (15/3/2026).
Ia menekankan bahwa seluruh kendaraan dinas telah diperiksa secara menyeluruh-mesin, pengereman, lampu rotator dan sirine, ban, hingga kelengkapan pendukung—agar selalu dalam kondisi prima. “Dengan armada yang siap, personel bisa bergerak lebih cepat dan tepat ketika dibutuhkan, baik untuk pengaturan arus, pengawalan, maupun penanganan situasi darurat,” imbuhnya.
Untuk menopang pengamanan, Polres Probolinggo menyiapkan empat pos yang dapat dimanfaatkan masyarakat: Pos Terpadu Kraksaan, Posyan Leces, serta Pospam Gending dan Pospam Paiton. Keempat pos ini difungsikan sebagai simpul pelayanan dan informasi—mulai dari layanan kepolisian, bantuan darurat, hingga tempat istirahat bagi pemudik yang kelelahan. “Silakan manfaatkan pos yang ada. Jangan memaksakan diri mengemudi saat lelah; beristirahatlah agar perjalanan tetap aman. Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pesan Kapolres.
Mengantisipasi dibukanya Tol Prosiwangi secara fungsional pada periode 14–29 Maret 2026 (pukul 06.00–16.00 WIB), Polres Probolinggo juga menyiapkan pola-pola rekayasa dan pengaturan arus di titik-titik pertemuan lalu lintas. Fokus pengamanan diarahkan pada gerbang-gerbang tol yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan, yakni Gerbang Tol Paiton, Kraksaan, dan Gending. Perhatian khusus juga diberikan pada Gerbang Tol Probolinggo Timur (Exit Leces), yang diprediksi menerima limpahan arus dari arah Lumajang dan Jember.
“Di titik-titik itu kami siapkan skenario pengaturan secara situasional, termasuk pengalihan arus, buka-tutup lajur, hingga percepatan penanganan apabila terjadi kepadatan di mulut gerbang tol. Koordinasi lintas sektor kami perkuat bersama pengelola tol, Dinas Perhubungan, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan, agar respons di lapangan berjalan seragam dan cepat,” terang AKBP Latif.
Selain pengaturan arus, personel di lapangan juga dibekali arahan untuk mengedepankan pendekatan humanis—membantu pemudik yang membutuhkan informasi rute alternatif, memfasilitasi kendaraan yang mengalami kendala teknis, serta memastikan kelancaran akses bagi kendaraan prioritas dan layanan darurat. Patroli mobile akan dioptimalkan di ruas-ruas padat, sementara tim urai kemacetan disiagakan di kantong-kantong yang rawan antrean panjang.
Dengan kesiapan armada, kecukupan personel, berfungsinya pos-pos pelayanan, serta sinergi lintas instansi yang solid, Polres Probolinggo optimistis dapat menjaga stabilitas arus mudik dan balik Lebaran 2026. “Tujuan kami sederhana: masyarakat dapat pulang dan kembali dengan selamat, arus tetap mengalir, dan suasana Idulfitri berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Penulis : Abdul Hadi
Editor : Sukadi












