Kapolri Tegaskan Perang terhadap Narkoba: Polri Gencarkan Operasi, Bandar Diburu hingga ke Jaringan Pemasok

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV JAKARTA – Polri mengintensifkan pemberantasan peredaran narkotika melalui operasi terpadu di sejumlah wilayah Indonesia. Penindakan dilakukan secara masif, mulai dari Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, hingga sejumlah daerah di Sulawesi dan Kalimantan, sebagai upaya mempersempit ruang gerak bandar sekaligus membongkar jaringan peredaran narkoba.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pemberantasan narkotika harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Menurutnya, negara tidak boleh kalah menghadapi kejahatan narkotika yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” tegas Kapolri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Sejak awal Oktober 2026, Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait meningkatkan operasi di sejumlah kawasan yang diduga menjadi pusat aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.

Di Jakarta Barat, operasi gabungan yang digelar pada Jumat (9/10/2026) menyasar Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah. Dalam penindakan tersebut, sebanyak 24 orang diamankan. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti narkotika dan peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba.

Langkah serupa dilakukan di Sumatera Utara dengan menyasar sembilan titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika. Sebanyak 36 orang diamankan, sementara petugas menyita sekitar 102 gram sabu beserta sejumlah barang bukti lainnya.

Di Riau, operasi di sebuah tempat hiburan malam mengamankan 68 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, sebanyak 63 orang dinyatakan positif mengonsumsi zat narkotika. Temuan tersebut menjadi bagian dari proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, di Makassar, Sulawesi Selatan, penindakan di kawasan Borta, Kecamatan Tallo, mengamankan 104 orang, termasuk tiga orang yang diduga sebagai bandar. Operasi juga dilaksanakan di Palu, Palembang, dan Palangka Raya sebagai bagian dari rangkaian upaya penindakan di berbagai daerah.

Bongkar Jaringan, Bukan Sekadar Penindakan

Kapolri menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup dilakukan melalui penangkapan di lapangan. Penegakan hukum harus dilanjutkan dengan pengembangan perkara, penelusuran jalur distribusi, serta pengungkapan pihak-pihak yang diduga mengendalikan peredaran narkotika.

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting untuk memutus mata rantai peredaran barang terlarang tersebut.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar peredaran narkotika dapat dicegah dan ruang gerak bandar semakin terbatas,” ujar Suyudi.

Polri juga menegaskan pentingnya pendekatan yang proporsional dalam penanganan perkara narkotika. Pengguna yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan perundang-undangan dapat diarahkan untuk menjalani rehabilitasi, sedangkan bandar dan pengedar diproses melalui mekanisme penegakan hukum.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menempatkan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika sebagai prioritas, sekaligus memastikan pengguna yang memenuhi kriteria memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Kapolri turut menekankan pentingnya semangat Polisi Bersama Masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkotika. Masyarakat diharapkan berperan aktif melalui pencegahan, edukasi, serta pelaporan kepada aparat apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungannya.

Polri menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menindak pelaku, mengembangkan pengungkapan kasus, dan menelusuri jaringan pemasok hingga pihak-pihak yang diduga berada di balik peredaran narkotika.

Melalui kombinasi penegakan hukum, pencegahan, rehabilitasi, dan partisipasi publik, upaya pemberantasan narkoba diharapkan berjalan secara berkesinambungan. Tujuannya bukan hanya menindak pelaku, tetapi juga melindungi masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Facebook Comments Box

Penulis : S bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: Kapolri Tegaskan Perang terhadap Narkoba: Polri Gencarkan Operasi, Bandar Diburu hingga ke Jaringan Pemasok

Berita Terkait

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda di Mabes Polri
Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Polri
Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda
Polda Metro Jaya Jaga Ruang Aspirasi, Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan
Dirgayuza: SMA KTB Buka Penjaringan Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia
SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh Selama Tiga Tahun
Penanganan KM Virgo Transport 8 Dilimpahkan ke Mabes Polri, SAR Gabungan Masih Cari 69 Korban
LSM KCBI Kembali Raih Juara 1 Nasional, Ketum Joel B. Simbolon: Ini Kemenangan Seluruh Kader
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda di Mabes Polri

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Polri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda

Selasa, 29 September 2026 - 10:43 WIB

Polda Metro Jaya Jaga Ruang Aspirasi, Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

Senin, 28 September 2026 - 19:44 WIB

Dirgayuza: SMA KTB Buka Penjaringan Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia

Berita Terbaru