Komunikasi Masyarakat Dan Pemerintah .. !! Respons Cepat Perbaikan Jembatan Kukun.

Senin, 23 Juni 2025 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Tangerang – “No Viral No Justice” seolah menjadi trend dan momok di tengah masyarakat, dimana penyebabnya adalah komunikasi yang tidak sehat antara masyarakat dan pemerintahnya. Melalui media sosial @info_rajeg, laporan warga terkait bergesernya plat besi penutup lubang besar di jalan jembatan Kukun Kecamatan Rajeg langsung diteruskan ke Pak Camat melalui group WA dan admin medsos Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang (20 juni 2025).

Selang beberapa jam, Camat Rajeg, Oman Apriaman langsung merespons dalam group WhatsApp Komunitas @info_rajeg dengan tegas akan berkoordinasi dengan OPD terkait.

“Siap, hatur nuhun infonya, kami akan tindak lanjuti bersama Dinas Bina Marga. Ini penting, karena kalau tidak ditangani dapat membahayakan masyarakat”, ungkap Oman.

Secara terpisah, Admin @info_rajeg juga mencoba berkomunikasi dengan DBMSDA Kabupaten Tangerang melalui kanal Instagram dan WhatsApp. Kurang dari 24 jam, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah langsung memerintahkan Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah VII untuk menyelesaikan masalah tersebut karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum, mengingat jumlah penduduk dan arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Rajeg sangat padat.

“Siap Min, Kemarin sudah kami sampaikan langsung ke Pak kadis, atensi dari Pak Kadis langsung lewat Kepala UPT untuk segera di selesaikan, soalnya sudah berbahaya itu, bolong besinya keluar, Pak Kadis mengucapkan terima kasih atas laporannya. dan dengan perbaikan darurat semoga menjadi solusi dan tidak membahayakan masyarakat apalagi jangan sampai memakan korban,” ungkap Admin @dbmsda.kabtangerang melalui kanal WhatsApp.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Provinsi Banten, yang juga praktisi media sosial dan tokoh pemuda di Kecamatan Rajeg, Kang Taufiq mengungkapkan apresiasi bahwa ini merupakan praktik baik penjembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

“Saya mohon maaf, fenomena media sosial atau media warga seperti ini memang sedang hangat dan trend, karena tidak di atur dalam UU Pers. Terkadang masyarakat berprinsip ‘No Viral No Justice’, apa-apa di viralin, terkadang karena informasinya belum sampai, anggarannya belum ada, serta ada hambatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,” ungkap Taufiq.

Taufiq melanjutkan bahwa media warga seperti itu atau istilahnya “homeless media” itu aman atau tidak aman karena tidak dalam perlindungan UU Pers dan kaidah jurnalistik. Namun mereka juga tidak bisa lepas dari jeratan UU ITE jika melanggarnya.

“Memang terkadang, impact dari medsos lebih dahsyat dari pada media mainstream. Karenanya saya pikir literasi digital masyarakat ini harus ditingkatkan, Gunakan medsos secara bijak. Tentunya pemerintah telah menyediakan kanal-kanal pengaduan yang resmi. Kemudian pihak pemerintah juga jangan alergi terhadap setiap masukan, pengaduan, atau kritik masyarakat. Di sisi lain juga masyarakat diharapkan menyampaikannya secara santun dan baik. Saya pikir, kalau ini dijalankan maka hubungan baik antara masyarakat dan pemerintah akan terjalin,” lanjut Taufiq.

Taufiq juga mengungkapkan kegelisahannya yang terjadi dewasa ini. Apa motif dari akun homeless media dalam membuat setiap konten. Padahal dalam pilar literasi digital kita semestinya membuat karya konten yang positif, menginspirasi dan mengedukasi masyarakat.

“Di sisi lain, perlu dilihat lagi maksud dan tujuan individu atau sebuah perusahaan membangun media sosial warga atau homeless media itu, baik di Instagram, TikTok, dll. Karena, sekali lagi mohon maaf, saya sudah bergelut di medsos sejak 2011, ada akun-akun yang niatnya cari sensasi dengan memaki-maki pemerintah, kemudian viral, eh ujung-ujungnya setelah follower banyak jadi ladang cari keuntungan pribadi dengan jasa endorse atau iklan, dsb. Regulasi di sektor ini memang belum ada atau tertata baik, jadi liar dan dijadikan kesempatan. Mudah-mudahan, masyarakat kita khususnya warga Kecamatan Rajeg semakin teredukasi, dan tahu kemana harus mengadu secara cepat dan tepat,” tutup Taufiq.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan FS SH

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Komunikasi Masyarakat Dan Pemerintah .. !! Respons Cepat Perbaikan Jembatan Kukun.

Berita Terkait

Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik
Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga
2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 
Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak
Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan
Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok
Berikan Dukungan Psikologis, Satgas Damai Cartenz Ajak Anak-anak SD Inpres Kago Bermain dan Belajar Bersama
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:07 WIB

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

Rabu, 23 September 2026 - 12:24 WIB

LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 

Senin, 21 September 2026 - 10:41 WIB

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak

Berita Terbaru