Global Expose TV Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur – 14 April 2026. Aksi damai yang di gelar di depan kantor polres probolinggo pada hari Minggu (12/4/2026) Dengan niat tulus menjaga marwah daerah, mereka menggelar aksi damai sebagai wujud kecintaan terhadap Kabupaten Probolinggo yang lebih SAE—Santun, Aman, dan Elok—sekaligus penegasan sikap agar masyarakat terbebas dari segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan.
Sejak barisan pertama tiba, orasi yang bergema bukan berisi amarah, melainkan ikhtiar kolektif: mendukung aparat penegak hukum menindak tegas oknum debt collector ilegal yang kerap melakukan perampasan sepeda motor di jalan dengan cara-cara yang menakuti warga. Di tangan mereka, poster dan spanduk terentang anggun, menyuarakan pesan yang jernih: “Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu”, “Probolinggo Rumah Kita, Bukan Panggung Preman”, dan “Kami Bersama Polri, Lawan Perampasan Ilegal”.
Aksi yang dikomandoi Habib Mustofa Asgaf itu berjalan dalam irama yang tertib dan bermartabat. Tidak ada keriuhan yang memecah, hanya suara komitmen yang mengalir tenang. Setibanya di depan Mapolres, massa disambut langsung oleh Wakapolres Probolinggo Kompol Ardhianto beserta jajaran. Pertemuan itu melebur menjadi ruang dialog yang humanis—polisi mendengar, warga berbicara, dan keduanya bertemu pada titik yang sama: hukum harus berdiri tegak, masyarakat harus merasa aman.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan penghargaan atas dukungan moral yang mengalir dari jalanan ke ruang-ruang penyidikan. “Aksi ini merupakan bentuk dukungan masyarakat agar penegakan hukum terhadap debt collector ilegal berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa kasus telah masuk tahap penyidikan dan saat ini masih kami lengkapi prosesnya,” Ungkanya.
Ia menekankan bahwa marwah hukum dibangun di atas fondasi prosedur yang benar, bukan pada tindakan tergesa yang mengabaikan kaidah. “Penegakan hukum harus konstruktif. Kita membangun pondasi hukum secara benar, tidak serta-merta melakukan upaya paksa. Semua ada prosesnya. Hal ini juga sudah kami sampaikan saat audiensi sebelumnya, dan rekan-rekan Laskar Jogo Probolinggo memahami,” Imbuhnya.
Lebih jauh, AKBP Latif memandang aksi damai ini sebagai denyut partisipasi publik yang sehat—masyarakat yang tidak hanya menuntut rasa aman, tetapi juga hadir menopangnya. “Kami mengapresiasi dukungan dari Laskar Jogo Probolinggo. Harapan kami, Kabupaten Probolinggo tetap aman, kondusif, dan terbebas dari segala bentuk premanisme. Ketika warga dan polisi berjalan seirama, ruang bagi pelaku kejahatan akan semakin sempit,” tegasnya.
Di sepanjang kegiatan, aparat kepolisian melakukan pengawalan secara persuasif. Meski sempat mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas, arus tetap mengalir dan suasana tetap terkendali. Tidak ada bentakan, tidak ada kepalan yang diacungkan—yang ada hanya jabat tangan, senyum, dan keyakinan yang sama: Probolinggo harus menjadi rumah yang ramah bagi warganya, tempat hukum bekerja dengan nurani, dan tempat keberanian sipil berdiri berdampingan dengan ketegasan negara.
Aksi pun berakhir sebagaimana ia dimulai: tertib, bermartabat, dan meninggalkan jejak pesan yang panjang. Bahwa menjaga Probolinggo bukan semata tugas seragam dinas, melainkan ikrar bersama setiap anak daerah yang mencintainya,pungkasnya.
Penulis : Abdul Hadi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Laskar Jogo Probolinggo Gaungkan Aksi Damai di Halaman Polres: Ikrar Bersama Wujudkan Probolinggo SAE yang Bebas dari Bayang Premanisme












