Global Expose TV JAKARTA – Di tengah mencuatnya sorotan terhadap dugaan praktik mafia minyak dan gas (migas), perhatian publik dinilai tidak boleh hanya terfokus pada persoalan distribusi maupun tata niaga energi. Pengamat kebijakan publik Maret Samuel Sueken menegaskan bahwa proyek-proyek strategis nasional yang dijalankan PT Pertamina (Persero) dengan nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar AS juga harus berada dalam pengawasan yang ketat guna mencegah potensi penyimpangan dan tindak pidana korupsi.
Menurut Maret, besarnya investasi yang digelontorkan pemerintah melalui berbagai proyek strategis di sektor kilang minyak, petrokimia, gas, hingga energi hijau menuntut penerapan tata kelola yang transparan, profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
“Pemberantasan mafia migas tidak boleh berhenti pada pengungkapan kasus di sektor distribusi dan perdagangan energi. Proyek-proyek strategis Pertamina dengan nilai investasi yang sangat besar juga harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan seluruh lembaga pengawas. Pengawasan yang kuat adalah kunci untuk mencegah penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas Maret Samuel Sueken, Jumat (24/7/2026).
Ia menilai pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh sejak tahap perencanaan, proses pengadaan, pelaksanaan konstruksi, hingga audit akhir proyek. Menurutnya, pengawasan yang konsisten akan memperkecil ruang terjadinya penyalahgunaan kewenangan maupun pemborosan anggaran.
Sejumlah proyek strategis Pertamina yang menjadi perhatian antara lain Refinery Development Master Plan (RDMP) dengan total investasi sekitar USD48 miliar, meliputi pengembangan Kilang Balikpapan, Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju. Selain itu terdapat proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban senilai sekitar USD14 miliar yang diproyeksikan memperkuat kapasitas produksi bahan bakar dan petrokimia nasional.
Tak hanya itu, proyek LNG serta Gasifikasi Batu Bara (DME Project) dengan estimasi investasi sekitar USD2,1 miliar juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
Maret menegaskan, seluruh proyek tersebut memiliki nilai strategis dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Namun, besarnya investasi yang dikelola juga harus dibarengi dengan sistem pengawasan yang kuat agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat.
“Kita mendukung penuh pembangunan sektor energi nasional. Namun, pengawasan harus diperkuat agar proyek-proyek yang menjadi harapan bangsa tidak berubah menjadi celah terjadinya praktik korupsi ataupun penyimpangan anggaran. Integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap proyek strategis nasional,” ujarnya.
Ia turut mendorong aparat penegak hukum, lembaga audit negara, serta pengawas internal maupun eksternal untuk terus menjalankan fungsi pengawasan secara profesional sesuai kewenangan masing-masing demi memastikan seluruh proyek strategis berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan nasional.
Catatan Redaksi:
Pernyataan mengenai adanya potensi penyimpangan merupakan pendapat narasumber dalam konteks pengawasan tata kelola proyek dan bukan merupakan bukti telah terjadinya tindak pidana. Hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, setiap pihak tetap harus dianggap tidak bersalah sesuai dengan asas praduga tak bersalah.
Penulis : S Bahri dan team
Editor : Korwil
Sumber Berita: Mafia Migas Disorot, Maret Samuel Sueken Desak Pengawasan Ketat Proyek Strategis Pertamina Bernilai Puluhan Miliar Dolar












