Oknum marketing apartemen Cibubur village Maha Proverty Diduga curangi calon pembeli

Sabtu, 10 Mei 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Jakarta – Seornag pembeli ( Y ) apartemen di Cibubur Vilage Maha Proverty merasa kecewa dengan kinerja oknum marketing yang dianggap tidak profesional. Pasalnya, janji-janji yang diberikan saat proses pemasaran tidak dipenuhi oleh pengurus.

Menurut salah satu pembeli, (Y), oknum marketing apartemen tersebut (T) menjanjikan fasilitas dan pemberkasan unit apartemen yang sesuai dengan keinginan pembeli. Namun, setelah melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp 60.000.000 lengkap dengan tanda bukti pembayaran, dengan rincian Rp 10.000.000 transfer ke rekening Maha Proverty dan Rp 50.000.000 ke oknum marketing (T) dengan bukti kwitansi bermatrai, pembeli merasa bahwa kenyataan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.

“Saya merasa dibohongi dan kecewa dengan kinerja oknum marketing ini karena saya sampai saat ini belum bisa tenang untuk menempati dan belum menerima berkas untuk pegangan saya, dan saya juga sudah membayar sejumlah uang untuk biaya notaris sebesar Rp 7.000.000, yang mana salah seorang yang mengaku notaris sebut saja (L) telah menerima biaya noataris dengan bukti kwitansi bermatrai, namun saya bukannya dipertemukan dengan notaris tetapi dengan diduga (L) calo ,” kata (Y) saat awak media wawancara. Dan saudari (L) membawa (Y) ke suatu tempat, tepatnya di kantor Notaris yang terletak di wilayah kota bekasi, dan disana saya dihadirkan para pihak, untuk tanda tangan ppjb (perjam pengikat jual beli), Seusai tanda tangan, (L) menyampaikan ke (Y), ” untuk fisik ppjb akan diproses paling lambat 1 minggu, ujar (L), namun hingga berita ini terbit ppjb tersebut tidak kunjung selesai, dengan alasan bahwa no pengecekan keapsahan sertifikat di tolak, karena harus dilakukan pemetaan dahulu oleh pihak bpn ( badan pertanahan nasional) , maka saya merasa aneh dan janggal, kenapa dilakukan pemetaan oleh bpn, sementara sertifikat sah sudah terbit, ujar “Y

Saya berharap pengurus dapat memperbaiki kinerja marketing mereka dan juga menindak tegas oknum oknum nakal yang ada dilingkungan maha Proverty, dan juga memenuhi janji janji yang telah disampaikan,” tambah (Y).
Oknum marketing apartemen Cibubur village belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini, saat awak media konfirmasi via WhatsApp terkesan bungkam. Namun pembeli berharap agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan profesional.

Kasus ini menjadi perhatian bagi calon pembeli apartemen lainnya untuk lebih teliti dan berhati hati saat melakukan pembelian properti.

Selain itu juga pembeli (Y) meminta pihak pengurus untuk memberikan klarifikasi atas kerugian yang dialami (Y) akibat kinerja oknum marketing yang tidak profesional dan saya juga berharap agar pengurus bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahan yang telah terjadi, ucap (Y).”

Pembeli (Y) apartemen Cibubur village juga berencana untuk melakukan langkah hukum dan meminta bantuan dari pihak berwenang jika masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Saya juga berharap agar pengurus dapat memenuhi janji janji yang telah disampaikan oleh oknum marketing mereka, tegasnya (Y).”
Dalam beberapa hari terakhir,kasus ini telah menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat dan calon pembeli apartemen Cibubur village.
Banyak yang berharap agar pengelola dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada calon pembeli, Tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Oknum marketing apartemen Cibubur village Maha Proverty Diduga curangi calon pembeli

Berita Terkait

Patroli Malam Cegah Tawuran, 16 Orang Diamankan di Jaktim dan Jakpus
Terobosan PLN! Rakyat Bisa Daftarkan Tanah Mulai 1 Hektar Untuk Program PLTS 100 GWp, Maret Samuel Sueken Dorong Pencegahan Mafia Tanah
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, Sita 1.194 Kemasan Senilai Rp155 Juta
Bareskrim Polri Bongkar Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, Sita 1,19 Ton Kemasan Senilai Rp155 Juta
Kapolda Metro Jaya Dorong Edukasi dan Penataan Kawasan Rawan Narkoba
Wakapolri Pimpin Upacara Purna Tugas FPU 7 Minusca, 140 Personel Terima Penghargaan
Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Divhumas Polri Salurkan Bansos untuk Lansia dan Anak Yatim
Respon Cepat Dumas, Polsek Kampung Rakyat Gerebek Rumah di Tolan, 3,62 Gram Sabu Diamankan Beserta Dua Pria dan Satu Wanita
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Patroli Malam Cegah Tawuran, 16 Orang Diamankan di Jaktim dan Jakpus

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Terobosan PLN! Rakyat Bisa Daftarkan Tanah Mulai 1 Hektar Untuk Program PLTS 100 GWp, Maret Samuel Sueken Dorong Pencegahan Mafia Tanah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, Sita 1.194 Kemasan Senilai Rp155 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, Sita 1,19 Ton Kemasan Senilai Rp155 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Kapolda Metro Jaya Dorong Edukasi dan Penataan Kawasan Rawan Narkoba

Berita Terbaru