Perajin Tempe di Pandeglang Terhimpit Harga Kedelai, Minta Akses Modal dan Kemitraan Dipermudah

Minggu, 19 April 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expoae TV Kabupaten Pandeglang, Banten  – Arief Hidayat, warga Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang menekuni usaha pembuatan tempe, mengeluhkan lonjakan harga bahan baku kedelai yang dinilai semakin tidak menentu. Kondisi ini disebutnya berdampak langsung pada keberlangsungan usaha rakyat yang telah lama digelutinya.

Arief menjalankan usaha produksi tempe di Kampung Babakan Bajeg RT 10/03, Desa Kolelet. Di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, ia juga menyoroti belum optimalnya akses kemitraan dengan sejumlah lembaga, seperti SPPG Desa dan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, proses dan prosedur kerja sama masih dirasakan rumit bagi pelaku usaha kecil.

“Harapannya ada kemudahan, baik dalam kerja sama maupun akses permodalan. Kalau bahan baku terus naik tanpa solusi, usaha kecil seperti kami bisa terhimpit,” ujarnya, baru-baru ini.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kebutuhan mendesak akan dukungan kredit usaha kecil yang lebih mudah diakses. Menurutnya, permodalan menjadi faktor kunci agar usaha tetap berjalan dan mampu berkembang di tengah fluktuasi harga bahan baku.

Kondisi ini memunculkan harapan agar pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Pandeglang beserta instansi terkait, dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelaku usaha mikro. Dukungan tersebut, antara lain, berupa kemudahan akses pembiayaan, stabilisasi harga bahan baku kedelai, serta bantuan pemasaran produk.

Sejumlah pelaku usaha kecil di sektor pangan dinilai menghadapi tantangan serupa. Fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan modal, hingga akses pasar menjadi persoalan klasik yang hingga kini masih dirasakan.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait langkah konkret yang akan diambil untuk merespons keluhan para perajin tempe tersebut.

Di tengah situasi yang kian menekan, pelaku usaha berharap kehadiran negara tidak sekadar wacana, melainkan nyata dalam bentuk kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan bagi usaha rakyat.

Facebook Comments Box

Penulis : Edi Nasikin

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Perajin Tempe di Pandeglang Terhimpit Harga Kedelai, Minta Akses Modal dan Kemitraan Dipermudah

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
P3B Soroti Perbedaan Tanggal Kontrak Proyek Gedung Nuklir SPECT Rp10,5 Miliar, CV Adhy Tama Diminta Beri Klarifikasi
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto ajak masyarakat lestarikan batik sebagai warisan budaya indonesia
Dugaan penjualan pupuk bersubsidi di atas HET Di Munjul disorot PD Roni di minta klarifikasi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir

Berita Terbaru