Global Expose TV Kota SAMARINDA – Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polresta Samarinda bersama sekitar 1.000 warga Kecamatan Palaran menggelar Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan serta perlindungan dari berbagai bencana, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Camat Palaran Muhammad Dahlan, S.STP., M.Si., Kapolsek Palaran AKP Wawan Gunawan, S.H., M.H., Danramil Palaran Mayor Czi Edy Purwanto, Wakapolsek Palaran AKP Taufik Hidayat, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat.
Salat Istisqa dipimpin KH. Muhammad Yusuf sebagai imam, sementara Ustadz Choirul Anam, S.Pd.I., bertindak sebagai khatib.
Kapolsek Palaran AKP Wawan Gunawan menyampaikan permohonan maaf dari Kapolresta Samarinda yang belum dapat hadir karena menjalankan tugas kedinasan yang tidak dapat diwakilkan. Meski demikian, Kapolresta menitipkan salam dan doa agar pelaksanaan Salat Istisqa berjalan lancar serta menjadi ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT.
“Kita sama-sama mengetahui saat ini Kota Samarinda, khususnya Kecamatan Palaran, sedang menghadapi musim kemarau. Cuaca panas dan kondisi lahan yang kering tentu meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar AKP Wawan Gunawan.
Menurutnya, menghadapi kondisi tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan penanganan ketika kebakaran terjadi. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui kepedulian dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Kapolsek mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang dapat membahayakan lingkungan.
Selain menggelar Salat Istisqa, kepedulian terhadap masyarakat juga ditunjukkan personel Polsek Palaran dengan membagikan masker kepada para jamaah sebelum pelaksanaan salat.
Pembagian masker tersebut menjadi langkah preventif untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak buruk kondisi udara, terutama apabila terjadi kabut asap akibat kebakaran lahan di tengah cuaca panas dan kering.
Salat Istisqa pun menjadi momentum memperkuat pesan bahwa menghadapi kemarau dan ancaman Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dituntut untuk bergerak secara bersinergi, tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga melalui upaya pencegahan.
Melalui doa dan ikhtiar bersama tersebut, masyarakat Palaran berharap hujan segera turun, membawa kesejukan sekaligus keberkahan bagi lingkungan dan kehidupan warga.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WITA. Seluruh rangkaian berlangsung tertib, khidmat, aman, dan kondusif.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Polresta Samarinda Bersama 1.000 Warga Palaran Gelar Salat Istisqa, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla












