Global Expose TV Kabupaten Kutai Timur, SANGATTA – Respons cepat tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sekitar tiga hektare lahan gambut di Jalan Swadaya Ujung, RT 35, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur, Sabtu (29/8/2026).
Kebakaran pertama kali terpantau sekitar pukul 16.10 Wita. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar di kawasan lahan gambut.
Mendapat informasi tersebut, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 16.15 Wita, tim tiba dan melakukan penanganan. Lima belas menit kemudian, tepat pukul 16.27 Wita, proses pemadaman mulai dilakukan.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, sinergi dan kecepatan mobilisasi menjadi kunci dalam mencegah api meluas.
“Sekitar pukul 16.15 Wita, personel gabungan menuju titik api dan pada pukul 16.27 Wita langsung melaksanakan upaya pemadaman,” ujar Bambang.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 Wita. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, sekitar tiga hektare lahan gambut terdampak kebakaran. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus karena api maupun bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali menyala.
Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD Kutai Timur, Damkar, pemerintah kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta instansi terkait.
Untuk mendukung proses pemadaman, sejumlah armada dikerahkan, antara lain satu unit mobil water supply dan mobil patroli BPBD Kutai Timur, mobil tangki Lanal Sangatta, mobil supply Damkar, serta mobil supply KPHP Bengalon.
Puluhan personel dari berbagai unsur turut diterjunkan, di antaranya Lanal Sangatta, Pos Muara Sangatta, Polsubsektor Sangatta Selatan, BPBD Kutim, Kecamatan Sangatta Selatan, MPA Singa Geweh, Laskar Kebangkitan Kutai, Tagana, Koramil Sangatta Utara, Damkar, Brimob BKO Samarinda, dan KPHP Bengalon.
Bambang menegaskan, penanganan Karhutla tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dipadamkan. Tim gabungan tetap melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat meningkatkan risiko munculnya kembali titik api serta mempercepat penyebaran kebakaran.
Sementara itu, penyebab kebakaran di Jalan Swadaya Ujung hingga kini masih belum diketahui. Petugas masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya selama kondisi cuaca panas dan kering. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan secara sembarangan.
Respons cepat, kolaborasi lintas instansi, dan pemantauan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan Karhutla tidak kembali meluas.
Penulis : S Bahri
Editor : Korwil Provinsi Kaltim
Sumber Berita: Respons Cepat Tim Gabungan, Karhutla 3 Hektare Lahan Gambut di Sangatta Berhasil Dipadamkan












