Global Expose TV Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur – Pada Selasa 1 Agustus 2026. Gemuruh takbir dan lantunan sholawat menggema di Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa, 1 September 2026. Ribuan warga tumpah ruah memadati halaman rumah Kepala Desa Tiris untuk mengikuti puncak acara Selamatan Desa atau yang dikenal dengan tradisi “Kadisah”.
Tradisi tahunan ini kembali digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bagi masyarakat Tiris, Kadisah bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah ruang untuk mempererat tali silaturahmi, memanjatkan syukur, dan menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Sejak pagi, jalanan menuju rumah kepala desa dipadati warga dari berbagai dusun. Suasana penuh kekhidmatan bercampur haru terasa saat para alim ulama dan tokoh agama memimpin doa bersama.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Habib Hadi dari Pajarakan yang memberikan tausiyah, Camat Tiris, perwakilan Koramil Tiris, Kapolsek Tiris, anggota Karang Taruna, kader PKK, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga ribuan warga Desa Tiris.
Kehadiran unsur pemerintah dan tokoh agama ini menjadi simbol kuat bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pelestarian tradisi dan budaya lokal.
“Ini adalah bukti bahwa tradisi tidak akan punah jika kita bersama-sama menjaganya. Pemerintah hadir untuk menguatkan, bukan menggantikan,” ujar salah satu tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tiris, Warno, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan menjaga kekompakan,ungkapnya.
Diacara selamatan desa itu, ada seni budaya antraksi pancak silat, serta pelepasan burung merpati.
Selamatan Desa ini bukan hanya sebuah tradisi. Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan, atas penghidupan yang layak, atas keberkahan, kemakmuran, kekompakan, dan kesejahteraan masyarakat Desa Tiris yang kita cintai bersama,” ungkap Warno dengan mata berkaca-kaca.
Ia berharap, melalui doa bersama di momen Maulid Nabi ini, Desa Tiris akan semakin diberkahi, dijauhkan dari musibah, dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Kadisah di Desa Tiris telah berlangsung turun-temurun. Setiap tahun, warga bergotong royong menyiapkan segala keperluan. Mulai dari memasak, menghias tempat, hingga mengatur jalannya acara. Semangat kebersamaan inilah yang membuat tradisi ini tidak pernah lekang oleh waktu.
Di tengah tantangan zaman, Kadisah menjadi pengingat bahwa akar budaya adalah identitas. Ketika doa dipanjatkan bersama dan makanan dibagikan bersama, di situlah nilai gotong royong dan persaudaraan kembali dikuatkan, pungkasnya.
Penulis : Abdul Hadi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Ribuan Warga Tiris Padati Kadisah Wujud Syukur Di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW












