10 tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Kakek Jamhari Ingin Kediaman Layak

Jumat, 3 Januari 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Bekasi – PJ Kabupaten Bekasi – Kendati berada di daerah industri terbesar se Asia Tenggara ternyata tidak menjamin warganya hidup sejahtera. Faktanya, Kakek Jamhari (55) warga Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Jawa Barat sepuluh tahun tinggal di gubuk reyot yang berada di tepi jalan raya.

Gubuk reyot dengan ukuran dua kali empat menjadi saksi bisu perjuangan Kakek Jamhari menafkahi istri dan kedua anaknya. Kebocoran saat musim penghujan sudah terbiasa dialaminya. Namun, kekhawatiran akan ambruk kediamannya selalu menghantui keluarga Kakek Jamhari.

Kesehariannya Kaka Jamhari bekerja sebagai buruh serabutan yang membuat ekonominya tak menentu. Bahkan, anak perempuannya yang bernama Jihan (14) sejatinya menikmati masa sekolah namun harus rela putus sekolah lantaran tidak mampu.

Sehingga, tubuh yang sudah tua itu saat ini kondisinya sedang sakit dan hanya bisa terbaring tak mampu lagi untuk bekerja.

“Ia kerjanya apa saja (serabutan) sekarang Kakek Jamhari sedang dirawat di Puskesmas, dia tinggal di gubuk itu sudah sepuluh tahun lebih, ada anaknya yang usia SMP tapi dia udah gak sekolah,”kata Adin (40) salah satu keluarga Kakek Jamhari, Jumat (03/01/25).

Kata Ia, saat ini Kakek Jamhari tinggal bersama istri dan kedua anaknya. Untuk makan sehari hari saja, mereka dapat dari para tetangga dan saudaranya.

“Makan sehari hari ia, boleh pengasih orang. Orang udah gak bisa ngapa ngapain,”kata Ia.

Sementara Simi (50) istri kakek Jamhari berharap ada perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Bekasi atau para dermawan agar bisa membantu membangunkan kediaman yang layak.

“Saya berharap bisa dibuatin rumah, tanah mah ada 50 meter bolah dibagi kemarin, cuma kalau ngebangun duitnya dari mana,”ungkapnya lirih.

Sebelumnya, Kakek Jamhari sempat viral di media hanya terbaring karena sedang sakit. Hal itu membuat para dermawan merasa terpanggil sehingga bantuan pun banyak berdatangan.

Mulai dari Semesta Berkelimpahan Kelenteng Lippo Cikarang, Dinas Sosial juga anggota DPRD Kabupaten Bekasi memberikan bantuan sembako.

“Kami dari Dinas Sosial memberikan sumbangan untuk Pa Jamhari berupa beras, air mineral, sarden dan bahan sembako lainnya,”kata analis bencana Dinas Sosial, Agus usai memberikan sembako.

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Marpaung

Editor : Sukadi

Sumber Berita: 10 tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Kakek Jamhari Ingin Kediaman Layak

Berita Terkait

Samsat Kabupaten Bekasi Tingkatkan Pelayanan, Wajib Pajak Diimbau Urus Sendiri Tanpa Calo
H. Dulloh Syafei Menang Telak, Terpilih sebagai Kepala Desa Sumber Jaya Periode 2026–2034
Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi Berlangsung Aman dan Kondusif
Samsat Kabupaten Bekasi Perkuat Kepercayaan Publik melalui Pelayanan Prima dan Transparan
Bakal Calon Kepala Desa Sumber Jaya 2026: Membawa Gagasan Transparansi, Digitalisasi, dan Penguatan Ekonomi Warga
Revitalisasi SMK Nur Insani Angsana Disambut Antusias Wali Murid, Anggaran Rp1,069 Miliar Direalisasikan
Dugaan Intimidasi Terhadap Pembina FORMASI, Polisi di Minta Ungkap Identitas Pelaku dan Tangkap
Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Samsat Kabupaten Bekasi Tingkatkan Pelayanan, Wajib Pajak Diimbau Urus Sendiri Tanpa Calo

Sabtu, 26 September 2026 - 10:33 WIB

H. Dulloh Syafei Menang Telak, Terpilih sebagai Kepala Desa Sumber Jaya Periode 2026–2034

Selasa, 22 September 2026 - 11:40 WIB

Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi Berlangsung Aman dan Kondusif

Senin, 7 September 2026 - 14:40 WIB

Samsat Kabupaten Bekasi Perkuat Kepercayaan Publik melalui Pelayanan Prima dan Transparan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Bakal Calon Kepala Desa Sumber Jaya 2026: Membawa Gagasan Transparansi, Digitalisasi, dan Penguatan Ekonomi Warga

Berita Terbaru