Global Expose TV Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim-Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun ketika menaggapi seruan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU terkait penyelesaian pembangunan Jalan Koastal Road yang membentang di sepanjang pantai Nipah nipah, Makmur Marbun megatakan soal penyelesaian pembangunan fisik ada yang menjadi skala prio rtas.
“Tahun ini prioritas pembangunan PPU arahnya ke sektor pertanian, kita mau lakukan semua itu namun pendanaannya harus kita sesuaikan laporan Pertanggung jawaban keuangan, buktinya memang masih banyak jalan yang belum tersambung, makany kalau bisa uangnya jangan dipakai untuk hura hura,” cetus Pj Bupati.
Makanya lanjut dia anggaran perjalanan dinas ASN dipotong semua dari Rp 105 Miliar setelah dipotong sekarang hanya tersisa tak lebih dari Rp 30 Miliar lagi,” mengapa demikian supaya dana tersebut fokus untuk membangun infra struktur, itu salah satu langkah-langkah yang saya lakukan selama ini, karena itu sangat penting bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat PPU, Ngapain anggaran perjalanan dinas dipergunakan jalan-jalan atau hura-hura mending sisa uang perjalanan kita pakai membangun, kita kan sudah di sini di ibukota negara kok,” tukasnya.
Dikatakannya, kalau mau jujur jalan pantai itu memang harus dibangun, tapi kata dia biayanya sangat besar, jika membangun itu Pemkab PPU tak bisa sendirian harus minta bantuan Pemerintah pusat, Pj Bupati mengaku telah meminta ke diretur jalan raya,” nama beliau Pak Reza, saya minta tolong agar daerah kita terkait pembangunan jalan diberi perhatian, tapi persoalannya selama ini masih terputus komunikasi soal itu,” ungkapnya
“Saya mau coba duduk bersama dengan beliau, saya harus bawa juga beliau melihat langsung obyek infrastruktur coastal road itu, mudah mudahan bisa terselesaikan, dalam kurun waktu lima bulan terakhir ini saya menjabat, bagi saya ngos ngosan juga, banyak sekali keluhan yang harus saya akomodir,” tambahnya.
Demikian juga sektor pertanian juga minta perhatian bahkan segala lini lanjut Mamrbun, dirinya sudah wanti wanti pada Juli dan Agustus masuk Pase Elnino, saat kemarau ribut lagi, sementara PPU tak memiliki sumber air, Pj Bupati meminta agar ada pembuatan sumur bor, karena tanah di PPU adalah tanah tadah hujan, dia menyebut warga petani PPU terlena selama ini, padahal hujannya tak seperti dulu.
“Sekarang kita tak boleh lalai karena kondisi alam seperti itu, kita punya keterbatasan persediaan air, kita sudah coba membuat 500 sumur bor sedalam 200 meter, satu sumur bor mampu mengairi sawah atau kebun hingga 50 hektare, kita punya 8000 hektare lahan pertanian, bagaiman jika sudah aktif sebagai wilayah IKN, bagaimana mensuplai komoditi hasil pertanian ke IKN jika hasil pertanian kita masih minim, maka itu memang masih banyak yang harus kita selesaikan,” tutup Marbun.
Penulis : Iskandar/Edison Jalal
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kabupaten Penajam Paser Utara












