Menko Polkam Tekankan Pendekatan Humanis dan Keselamatan Personel dalam Tugas di Papua

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kota TIMIKA, Papua Tengah – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis, keselamatan personel, dan sinergi lintas instansi harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugas pengamanan di Papua. Ia mengingatkan, keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari capaian penindakan, tetapi juga dari kemampuan pemimpin melindungi anggotanya serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada personel Satgas di Papua dan jajaran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III di Aula Gedung Eme Neme Kangasih, Yonif 754 Mimika, Timika, Papua Tengah, Selasa (27/10/2026).

Kunjungan kerja ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, dan meningkatkan profesionalisme personel dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.; Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H.; Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M.; Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si.; Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si.; serta Kaskogabwilhan III, Marsda TNI Ir. Joko Sugeng Sriyanto.

Turut hadir Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, serta jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Dudung menekankan bahwa keselamatan anggota merupakan tanggung jawab utama setiap pemimpin. Para komandan diminta tidak hanya berorientasi pada target operasi, tetapi juga memastikan setiap personel menjalankan tugas dengan memperhatikan faktor keamanan dan risiko di lapangan.

“Keberhasilan seorang komandan tidak hanya dilihat dari capaian operasi atau penangkapan, tetapi juga dari bagaimana seorang pemimpin memastikan keselamatan anggota yang berada di bawah tanggung jawabnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Menurutnya, seorang pemimpin harus hadir untuk anggotanya, memahami kondisi personel di lapangan, membuka ruang bagi masukan, serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan anggota dan keluarganya.

Selain keselamatan personel, Menko Polkam menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di wilayah operasi. Sejalan dengan arahan Presiden, aparat diminta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, menjaga hubungan baik dengan masyarakat, dan menghindari pendekatan yang mengabaikan aspek kemanusiaan.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, penanganan di daerah operasi harus ditingkatkan dengan pendekatan hati dan sifat kemanusiaan. Selalu berbuat baik kepada rakyat karena prajurit berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan bekerja untuk rakyat. Sikap baik dan pendekatan humanis akan mendorong lebih banyak kelompok yang berseberangan untuk sadar, menyerahkan diri, dan kembali merapat,” ujarnya.

Dudung turut menegaskan bahwa loyalitas seluruh personel harus berlandaskan Merah Putih, bangsa, dan negara. Ia juga menekankan perlunya koordinasi terpadu antara TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung terciptanya situasi Papua yang aman, harmonis, dan sejahtera.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa sinergi lintas instansi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di Papua.

“Operasi Damai Cartenz-2026 terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Faizal.

Ia menambahkan, upaya menjaga stabilitas keamanan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap kebutuhan warga, serta pelaksanaan tugas secara profesional dan bertanggung jawab perlu terus diperkuat.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Ardiansyah Daulay, S.I.K., M.H., menilai arahan Menko Polkam menjadi penguatan bagi seluruh personel untuk menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan, kolaborasi TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun kepercayaan publik di Papua.

“Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, serta mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat. Kami meyakini bahwa keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas yang profesional, tetapi juga melalui kepedulian, komunikasi, dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pihak perlu terus diperkuat demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tegas Ardiansyah.

Melalui penguatan koordinasi dan pendekatan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, seluruh unsur yang bertugas di Papua diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional, menjaga keselamatan personel dan masyarakat, serta mendukung terciptanya stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Penulis : S bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: Menko Polkam Tekankan Pendekatan Humanis dan Keselamatan Personel dalam Tugas di Papua

Berita Terkait

Dugaan Permintaan Jatah Bio Solar hingga Minyak Tanah Disorot, LSM Garuda Desak DPRD dan Aparat Perketat Pengawasan di Buton Tengah
Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik
Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga
2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 
Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak
Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan
Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:17 WIB

Dugaan Permintaan Jatah Bio Solar hingga Minyak Tanah Disorot, LSM Garuda Desak DPRD dan Aparat Perketat Pengawasan di Buton Tengah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Menko Polkam Tekankan Pendekatan Humanis dan Keselamatan Personel dalam Tugas di Papua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:07 WIB

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

Berita Terbaru