Global Expose TV, Kabupaten PPU Kaltim-Berkaitan dengan kelembagaan di sektor Pertanian terutama untuk memberikan penekanan kepada para penyuluh pertanian lapangan, untk senantiasa lebih intens dalam mengawal pembangunan sektor perikanan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Traso Diharto mengurai hal tersebut kepada media ini kemarin, kata dia ini sesuia dengan Perauran Menteri Petanian Nomor 273, dimana sebuah kelembagaan, terutama kelembagaan penyuluh pertaian ini lebih ditekankan untuk melakukan pendampingan dan pengawalan.
“Mengawal sekaligus memberikan bimbingan kepada masyarakat petani kita agar supaya masyarakat petani ini nantinya lebih berdaya dan lebih berkompetitip, jadi saat ini kami memiliki sekitar 67 penyuluh lapangan yang tersebar di 3 balai penyuluh pertanian yang dikoordinir oleh masing masng koordinator penyuluh pertanian, di 4 kecamatan,” sebutnya.
Andi Traso menjelaskan, keberadaan Penyuluh Pertanian lapangan itu diantaranya satu di Kecamatan Waru, ada pula di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Sepaku, satu di Balai Penyuluh Pertanian Petung itu membawahi penyuluh penyuluh di wilayah kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru, satu di balai penyuluh pertanian Kecamatan Babulu membawahi 12 desa se Kecamatan Babulu.
Menurutnya secara kelembagaan terdapat sekitar 600 lebih Kelompok Tani, tentunya sektor pertanian dengan menggeliatnya kelompok kelompok tani ini menjadi sektor prioritas di Kabupaten PPU, dalam hal ini pertanian dalam rangka untuk mendukung kebutuhan pangan.
“Tugas kita saat ini secara langsung adalah meningkatkan bagaimana produksi produksi pertanian itu mempunyai produksi yang berlebih dan mempunyai nilai jual, apalagi saat ini PPU ini bagaikan Gadis Cantik dengan adanya ibukota Nusantara sehingga perlu dukungan pangan, di sana kita juga lagi mencadangkan Gertam (Gerakan Tanam) Cabai,” jelas Andi Traso.
Itu juga lanjut dia dalam rangka menekan inflasi daerah, harga cabai yang melejit, sehingga memang perlu adanya gerakan tanam cabai, saat ini rata rata petani sudah melewati masa panen, dalam waktu dekat akan didorong untuk percepatan masa tanam.
“Tentunya antisipasi antisipasi terkait dengan serangan penyakit, gerakan pengendali bagaimana kebutuhan solar, bagaimana kebutuhan pupuk, sudah kita pikirkan jauh jauh hari sebelumnya, sehingga nantinya para petani tidak merasa kesulitan untuk mempercepat peningkatan produksi,” tambahnya.
“Tugas kita adalah memanfaatkan lahan lahan pertanian, jangan dibiarkan lahan pertanian menganggur, kami akan melakukan pemantauan terus menerus di lapangan bersama teman teman penyluh dan beberapa pihak termasuk salah satunya kita menggandeng teman teman TNI dan Polri untuk sekaligus bersama dengan teman teman kecamatan, desa dan kelembagaan lainnya untuk bisa memanfaatkan lahan lahan kita dalam rangka mendukung pangan ditempat kita,”lanjutnya.
“Kalau kebutuhan sektor padi, kita sudah luar biasa, insya Allah kita akan coba untuk mendorong percepatan itu dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, kelompok tani ada kelompok tani tanaman pagan, kelompok tani Holtikultura, kelompok tani peternakan dan kelompok tani perkebunan, semua kita sebut sebagai kelompok tani yang konteksnya ada dalam kelembagaan Kementerian Pertanian itu adalah semuanya tergabung dalam kelompok tani,” tutupnya.
Penulis : Iskandar/Edison Jalal
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Humas Kabupaten Penajam Paser Utara












