Global Expose TV Kabupaten Lebak, Banten – Sejumlah warga di Kampung Songak Sabrang, Desa Parakan Beusi, Kecamatan Bojong Manik, Kabupaten Lebak, mengaku tidak memegang sendiri Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka. Padahal, kartu tersebut seharusnya berada di tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mengakses bantuan sosial (bansos).
Beberapa warga menyatakan bahwa sejak pertama kali menerima bantuan, mereka memegang kartu ATM dan buku tabungan. Namun, tidak lama kemudian, kartu tersebut diminta oleh Ketua RT setempat, Udin. Warga hanya menerima uang tunai sebesar Rp350.000 setiap tiga bulan tanpa mengetahui jumlah bantuan sebenarnya atau melihat buku tabungan mereka.
Ketika dikonfirmasi, Udin membantah menyimpan kartu dan buku tabungan KPM. Ia mengaku hanya menyalurkan uang sebesar Rp350.000 per KPM dari jumlah Rp375.000 yang ia terima dari Ketua Kelompok, Durni.
Sementara itu, Durni mengungkapkan bahwa uang bansos berasal dari seseorang bernama Mela, yang menyerahkan Rp400.000 per KPM kepadanya. Mela sendiri mengaku hanya membantu penyaluran bansos karena Jaro—pemilik agen BRILink di desa tersebut—sedang sakit. Ia menegaskan bahwa kartu KKS dan buku tabungan masih berada di tangan Jaro.
Ketua Desa Parakan Beusi, Pulung, saat dikonfirmasi, meminta warga datang ke desa untuk berdiskusi mengenai mekanisme penyaluran bansos. Ia juga menyebut kemungkinan adanya perubahan kebijakan terkait BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) di awal tahun ini.
Dengan adanya dugaan bahwa kartu KKS warga tidak berada di tangan KPM, masyarakat berharap aparat penegak hukum (APH) segera menindaklanjuti kasus ini agar bantuan sosial dapat disalurkan secara transparan dan sesuai aturan.
Penulis : Satria Hidayat
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Diduga Ada Oknum Tahan Kartu KKS di Parakan Beusi, APH Diminta Bertindak












