Global Expose TV Kabupaten Cianjur, Jawa Barat – Seorang mandor proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kabupaten Cianjur diduga bersikap arogan dan melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadap seorang wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya.

Insiden terjadi di lokasi proyek di Kampung Cibuluh, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur. Saat wartawan menanyakan siapa pelaksana proyek, mandor yang diketahui bernama Abid justru merespons dengan nada tinggi, menyatakan bahwa tidak ada pelaksana di tempat. Ketika wartawan kembali bertanya mengenai progres pekerjaan, Abid diduga merasa tersinggung dan menganggap pertanyaan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap hasil pekerjaannya.

Tak hanya itu, Abid kemudian diduga melakukan tindakan kekerasan dengan menampar bagian dada sebelah kiri wartawan. Ia juga mengumpulkan para pekerja proyek untuk mengintimidasi awak media.
Proyek pembangunan TPT ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperbaiki infrastruktur setelah longsor yang terjadi setahun lalu akibat hujan deras. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Qtrunada dengan nomor kontrak SPK.602/183/PRES/PUTR/2025 dan bersumber dari APBD dengan nilai anggaran Rp1.111.457.771,74. Waktu pelaksanaan proyek ditetapkan selama 90 hari.
Namun, proyek ini diduga memiliki sejumlah kejanggalan. Selain tidak adanya informasi yang jelas mengenai volume pekerjaan—termasuk tinggi, panjang, dan lebar TPT—gambar teknis proyek juga tidak terpasang di lokasi, sehingga publik tidak dapat mengetahui secara pasti spesifikasi dan kubikasi bangunan. Selain itu, papan proyek hanya terlihat di ruas jalan Lewi Manggu, Desa Sukasari, Kecamatan Kadupandak, padahal proyek ini mencakup dua lokasi berbeda, yaitu Sukanagara dan Kadupandak.
Dugaan lain adalah adanya indikasi manipulasi volume pekerjaan, di mana lebar pondasi tidak merata dari dasar hingga bagian atas. Kualitas material juga dipertanyakan, terutama dalam perbandingan campuran semen dan pasir yang diduga tidak sesuai standar konstruksi. Akibatnya, pembangunan TPT seperti ini kerap tidak bertahan lama dan mudah roboh.
Dengan adanya dugaan ketidaksesuaian spesifikasi proyek serta tindakan arogansi dari mandor terhadap wartawan, pihak terkait diharapkan dapat melakukan pengawasan lebih ketat guna memastikan kualitas serta transparansi proyek.
Penulis : Suparman/Hikman Raksa S,.H
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Mandor Proyek Jalan di Cianjur Diduga Arogan dan Lakukan Kekerasan terhadap Wartawan












