Global Expose TV Kabupaten Pandeglang, Banten – Ribuan warga Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan teknis pembagian kartu ATM yang dilakukan oleh pihak Bank Mandiri. Sedikitnya 3.200 warga dari 9 desa sekecamatan Picung harus mengantri panjang sejak pagi hingga dini hari untuk mendapatkan kartu ATM, yang menurut warga berlangsung tidak teratur dan menimbulkan kericuhan.
Pembagian kartu ATM dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 01.30 malam. Situasi semakin memanas ketika warga harus berdesakan di lokasi, bahkan salah seorang warga asal Pasir Sederhana dilaporkan pingsan dan dilarikan ke Puskesmas Picung akibat kondisi yang tidak terkendali.
Saprudin, salah seorang tokoh pemuda Picung, menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak Bank Mandiri yang dinilai tidak memikirkan kenyamanan serta keselamatan warga dalam proses pembagian. Hal senada diungkapkan Ketua Karang Taruna Picung, E. Junaedi atau yang akrab disapa Embet. Ia menyayangkan teknis pembagian yang dilakukan secara serentak sehingga menyebabkan penumpukan massa.
Seharusnya Bank Mandiri bisa membagi jadwal per desa atau per kelompok, agar warga tidak harus berdesakan seperti ini. Banyak warga yang kelelahan, bahkan ada yang jatuh sakit. Ini jelas sangat disayangkan,” tegas E. Junaedi.
Warga berharap, pihak Bank Mandiri dapat mengevaluasi cara pembagian kartu ATM agar lebih teratur, aman, dan tidak merugikan masyarakat. Mereka menekankan, kejadian ini jangan sampai terulang kembali, karena pelayanan publik seharusnya memberikan kenyamanan dan bukan penderitaan.
Penulis : Iwan Kejes
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Warga Picung Keluhkan Pembagian Kartu ATM Bank Mandiri, Ribuan Orang Berdesakan hingga Ada yang Pingsan












