Pameran Keris Nasional di Kabupaten Cirebon Angkat Eksistensi Gaman Jawa Barat

Selasa, 16 September 2025 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Cirebon -Pameran Keris Nasional bertema “Eksistensi Gaman Jawa Barat” resmi dibuka di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (12/9/2025), dengan melibatkan ratusan kolektor dan pegiat budaya dari berbagai daerah nusantara.

Kegiatan itu menjadi sarana melestarikan warisan leluhur sekaligus memperkenalkan nilai kearifan lokal kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, menuturkan pameran ini merupakan ikhtiar menjaga identitas budaya daerah melalui pengenalan tosan aji.

“Esensinya bagaimana kita menyosialisasikan kepada generasi muda yang sekarang sering main gawai, agar bisa mencintai kearifan lokal berupa tosan aji,” katanya.

Ia menjelaskan, berbagai benda seperti keris, tombak, hingga golok bukan hanya dikaitkan dengan unsur mistis, melainkan hasil tempa tradisi yang sarat nilai budaya nusantara.

Menurutnya, dengan menghidupkan kearifan lokal, identitas budaya Cirebon akan semakin kuat. Karena itu, pemerintah daerah menempatkan pameran sebagai agenda yang perlu digelar secara berkelanjutan.

Ketua Paguyuban Saketi sekaligus panitia pelaksana, Gunawan Wibiksana, mengatakan pameran tahun ini diikuti sekitar 200 peserta dengan 100 meja koleksi. Jumlah itu sengaja dibatasi mengingat tingginya antusiasme para kolektor.

“Kalau tidak dibatasi, bisa lebih dari itu. Peserta datang dari Lombok, Bali, hingga Surabaya. Harusnya kalau didata bisa ribuan,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, pameran kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena menghadirkan demonstrasi tempa keris dan ukir gagang keris. Menurutnya, kegiatan seperti itu baru pertama kali dilakukan di Jawa Barat.

Ia menuturkan, keris yang dulunya berfungsi sebagai senjata mengalami evolusi menjadi peninggalan sejarah, seni, dan budaya.

Hal itu mendorong perlunya edukasi agar generasi muda bisa memahami nilai sebenarnya.

Untuk itu, pihaknya sejak empat tahun terakhir menggandeng Disbudpar dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mengadakan seminar tentang gaman.

Kegiatan tersebut ditujukan bagi guru SMP, agar dapat menyampaikan pemahaman tosan aji di sekolah.

“Edukasi ini penting supaya keris tidak lagi dianggap menakutkan. Dogma negatif soal keris sebenarnya warisan kolonial Belanda, agar masyarakat tidak lagi membawa senjata tajam,” kata Gunawan.

Ia menyebutkan, pada masa penjajahan banyak orang Belanda yang tewas akibat keris, sehingga kemudian dibuat stigma bahwa benda itu membawa sial. Padahal, keris justru merupakan simbol kearifan dan keteguhan masyarakat nusantara.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang dinilainya mampu memperkuat ekosistem kebudayaan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memperlihatkan koleksi keris, tetapi juga melibatkan berbagai pihak mulai dari komunitas, pemerintah daerah, hingga sektor swasta dalam pelestarian budaya.

“Kita harus menyadari Indonesia adalah negara ‘mega diversity’. Keris adalah contoh nyata warisan budaya yang hampir setiap daerah memiliki ciri khasnya,” kata Basuki.

Ia menegaskan, pelestarian budaya harus dijalankan secara sinergis agar warisan leluhur dapat terus diwariskan.

Payung hukum melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, kata dia, menjadi pijakan penting menjaga empat pilar utama yakni pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Basuki berharap, pameran semacam ini terus digelar secara berkesinambungan, sehingga mampu memperkuat identitas bangsa dan menjadi pengikat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.

Facebook Comments Box

Penulis : Sutari

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Pameran Keris Nasional di Kabupaten Cirebon Angkat Eksistensi Gaman Jawa Barat

Berita Terkait

Semarak Haul Buyut Bojong Kuta Gede, Jaga Warisan Budaya Leluhur
Keluarga Besar SMPN 2 Jamblang Peringati Hari Santri Nasional, Tekankan Semangat Persatuan dan Pengabdian
Tasyakuran HUT ke-62, DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon Tekankan Soliditas dan Pengabdian kepada Rakyat
LSM KCBI Siap Kawal Polemik SMKN 1 Susukan hingga ke Jakarta, Hak Pendidikan Siswa Jadi Sorotan
LSM KCBI Soroti Polemik SMKN 1 Susukan: Wali Murid Disebut Sampai Bersujud Memohon, Disiplin Sekolah Jangan Putus Masa Depan Anak! 
Proyek Senderan BBWS Blok Sedemit Desa Balad Dukupuntang Diduga Tidak Transfaran, Informasi Saling Lempar Seperti Proyek Siluman
Polemik Siswa SMKN 1 Susukan Disoro. “DPD Cirebon Raya Garda Patriot Bersat, Kusmin SCm Pertanyajan Nasib Hak Pendidikan
Tim U-12 Desa Serang Sabet Juara Turnamen Mini Soccer Se-Kecamatan Klangenan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Semarak Haul Buyut Bojong Kuta Gede, Jaga Warisan Budaya Leluhur

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Keluarga Besar SMPN 2 Jamblang Peringati Hari Santri Nasional, Tekankan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Tasyakuran HUT ke-62, DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon Tekankan Soliditas dan Pengabdian kepada Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:58 WIB

LSM KCBI Siap Kawal Polemik SMKN 1 Susukan hingga ke Jakarta, Hak Pendidikan Siswa Jadi Sorotan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:47 WIB

LSM KCBI Soroti Polemik SMKN 1 Susukan: Wali Murid Disebut Sampai Bersujud Memohon, Disiplin Sekolah Jangan Putus Masa Depan Anak! 

Berita Terbaru