Global Expose TV Kabupaten Lebak, Banten — Dugaan kejanggalan dalam pengelolaan program kesehatan kembali mencuat di Kabupaten Lebak, Banten. Seorang oknum pegawai Puskesmas Banjarsari yang diduga memegang Program Imunisasi, salah satu program vital pelayanan kesehatan masyarakat, menjadi sorotan publik setelah disebut-sebut tidak menjalankan tugasnya secara optimal dengan alasan cuti izin umroh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, oknum pegawai tersebut diduga bernama IIS Srinopiati, S.Keb, yang diketahui menjabat sebagai pemegang Program Imunisasi. Disebutkan bahwa yang bersangkutan telah hampir satu bulan tidak masuk kantor. Namun, muncul dugaan bahwa izin cuti yang disampaikan dengan alasan melaksanakan ibadah umroh, faktanya tidak digunakan sebagaimana mestinya dan diduga justru dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi.
Program imunisasi merupakan program strategis nasional yang berperan penting dalam pencegahan penyakit serta perlindungan kesehatan anak dan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, keberlangsungan dan pengelolaannya menuntut komitmen, tanggung jawab, serta pengawasan yang ketat agar pelayanan publik tidak terganggu.
Sorotan publik semakin menguat lantaran dugaan ketidaksesuaian antara izin cuti yang diajukan dengan pelaksanaannya di lapangan. Jika dugaan tersebut benar, kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu jalannya program imunisasi serta merugikan masyarakat yang seharusnya memperoleh layanan kesehatan secara optimal dan berkesinambungan.
Sejumlah pihak menilai, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sesuai standar serta tidak menimbulkan preseden buruk dalam tata kelola pelayanan publik.
Saat awak media mendatangi UPT Puskesmas Banjarsari untuk meminta klarifikasi dan hak jawab, oknum pegawai yang bersangkutan tidak berada di kantor. Upaya untuk menemui Kepala Puskesmas juga belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan disebut sedang tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Banjarsari maupun instansi terkait untuk mengklarifikasi dugaan tersebut. Masyarakat pun berharap adanya keterbukaan informasi, evaluasi menyeluruh, serta langkah tegas dan profesional dari pihak berwenang demi menjaga integritas pelayanan kesehatan.
Media ini menegaskan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab guna menjaga objektivitas, keseimbangan, dan akurasi informasi.
Penulis : Iwan Gejes
Editor : Iwan Gejes
Sumber Berita: Diduga Pegang Program Vital Imunisasi, Oknum Pegawai Puskesmas Banjarsari Disorot Terkait Izin Cuti Umroh












