Hujan Deras Berujung Petaka, Puluhan Rumah Rata Tanah
Global Expose TV Kabupaten Bandung Barat – Bencana kembali menunjukkan wajah paling kejamnya. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memicu longsor dan banjir bandang yang meluluhlantakkan Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu. Dalam hitungan menit, kawasan permukiman padat penduduk itu berubah menjadi hamparan lumpur, batu, dan puing-puing bangunan.
Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, permukiman warga di RT 05 RW 11 serta wilayah sekitarnya rata dengan tanah.
Rumah-rumah yang selama puluhan tahun berdiri kokoh tak mampu menahan terjangan material longsor yang turun dari perbukitan setelah hujan deras mengguyur tanpa jeda.
“Ini bukan sekadar longsor. Ini kampung yang hilang,” ujar salah satu warga dengan suara bergetar.
Data sementara mencatat sedikitnya 30 rumah terdampak. Sebagian besar mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi dapat dihuni. Total korban mencapai 113 jiwa dari 34 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil menyelamatkan diri, sementara lainnya masih terjebak dalam situasi yang belum sepenuhnya terungkap.
Hingga pukul 12.00 WIB, tim gabungan melaporkan tujuh orang meninggal dunia, dengan identitas sebagai berikut:
Nurhayati (perempuan),
Sunarya (laki-laki),
Nining (perempuan),
Rahmat (laki-laki),
Aah (perempuan),
Jajang Taryana (laki-laki),
Dadang Apung (laki-laki).
Sementara itu, 83 orang lainnya masih dalam pencarian. Angka ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses evakuasi serta pendataan lanjutan di lapangan.
Proses pencarian dan evakuasi menghadapi tantangan besar. Kondisi tanah yang labil, curah hujan tinggi, serta medan yang sulit membuat alat berat belum dapat langsung masuk ke titik terdampak. Tim SAR, relawan, aparat TNI dan Polri, serta warga setempat terpaksa melakukan penyisiran manual di sejumlah lokasi rawan.
Ketua FK KGD Kabupaten Bandung Barat, Arip Solihin, bersama Dewan Piter, turun langsung meninjau lokasi bencana. Keduanya memastikan bahwa laporan korban masih bersifat sementara dan memerlukan verifikasi berlapis.
“Kami fokus pada penyelamatan dan pencarian. Data masih berkembang. Yang utama saat ini adalah keselamatan korban dan petugas,” ujar Arip Solihin di lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa wilayah perbukitan Cisarua merupakan kawasan rawan longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Sejumlah warga mengaku hujan telah mengguyur sejak beberapa hari sebelumnya, namun tidak ada tanda-tanda jelas sebelum tanah bergerak.
Kini, ratusan warga harus mengungsi, kehilangan tempat tinggal, dan menggantungkan harapan pada bantuan darurat. Tenda-tenda sementara mulai didirikan, sementara dapur umum dan posko kesehatan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Bencana ini bukan sekadar catatan statistik. Ia menjadi alarm keras tentang pentingnya mitigasi bencana, tata ruang, dan kesiapsiagaan daerah rawan. Warga berharap pemerintah daerah hingga pusat segera turun tangan, tidak hanya untuk penanganan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang agar tragedi serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik.
Penulis : Deni Surya Gemilang
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Longsor Pasir Kuning: Kampung Hilang, Ratusan Warga Jadi Korban












