Global Expose TV Bekasi – Di tengah tekanan berat pandemi dan dampak sosial yang meluas, Sekolah Mahanaim yang beralamat di Jl. Bambu Kuning Selatan No.97, RT 004/RW 003, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat 17114, menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Sejak awal pandemi hingga hari ini, Sekolah Mahanaim memastikan tidak satu pun guru dan tenaga pendidik dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Seluruh proses pendidikan dan aktivitas sekolah tetap berjalan.
“Kami banyak berdoa. Puji Tuhan, sampai hari ini semua guru bertahan. Ini bukan karena kami kuat, tetapi karena pertolongan Tuhan,” tegas pimpinan Sekolah Mahanaim.
Sekolah Mahanaim memiliki jenjang pendidikan lengkap mulai dari Kelompok Bermain (KB), TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga MEP. Sejak awal berdiri, sekolah ini menekankan pendidikan karakter dan entrepreneurship sebagai fondasi utama pembentukan peserta didik, sekaligus membuka akses bagi keluarga-keluarga tidak mampu.
Sosial Jalan, Guru Aman
Saat pandemi menghantam ekonomi warga, pihak sekolah bersama para guru menginisiasi pembagian paket sembako murah berisi kebutuhan pokok. Program tersebut dijalankan dengan melibatkan guru secara bergiliran dan tetap memperhatikan kondisi lapangan.
Langkah itu diambil meski sekolah dihadapkan pada dilema keuangan karena dana yang ada juga harus dialokasikan untuk gaji guru.
“Secara manusiawi kami sempat bertanya, kalau dana dipakai membantu warga, bagaimana dengan gaji guru? Namun kami memilih tetap menolong,” ujarnya.
Di tengah tingginya kebutuhan biaya operasional, Sekolah Mahanaim mengakui tantangan pembiayaan masih cukup berat. Namun demikian, pihak sekolah tetap optimistis dan terus berupaya bertahan melalui pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab serta dukungan berbagai pihak.
Kegiatan sosial Sekolah Mahanaim bukan hanya terjadi saat pandemi. Sebelum pandemi, sekolah rutin menggelar buka puasa bersama warga dan tokoh Muslim sekitar, pengobatan gratis, serta pasar murah. Pasca pandemi, kegiatan tersebut kembali dijalankan secara bertahap.
Setiap tahun, sekolah juga menyalurkan hewan kurban berupa kambing kepada RT/RW di lingkungan sekitar. Selain itu, kerja bakti membersihkan lingkungan dilakukan secara rutin setiap minggu dengan melibatkan guru dan staf.
Tanggap Bencana dan Peduli Lingkungan
Dalam kondisi darurat, Sekolah Mahanaim bergerak cepat. Saat banjir besar melanda Bekasi pada Maret tahun lalu akibat saluran drainase tersumbat, sekolah mengerahkan guru, staf, dan siswa untuk membantu warga terdampak. Sekolah bahkan sempat dijadikan tempat pengungsian dengan mengalihfungsikan ruang kelas dan meliburkan kegiatan belajar sementara.
“Kami tidak pernah menjadwalkan banjir, tetapi kami selalu ada ketika banjir datang,” katanya.
Sekolah juga terlibat langsung dalam upaya perbaikan lingkungan, mulai dari mencol hingga memperdalam gorong-gorong guna memperlancar aliran air. Relasi sosial dengan unsur masyarakat dan aparat setempat terus dijaga sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan sosial.
Marching Band untuk 17 Agustus
Dalam momen kebangsaan, khususnya peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Sekolah Mahanaim secara konsisten mendukung kegiatan warga. Sekolah menyediakan marching band untuk upacara bendera di lingkungan RT sekitar, bahkan dilakukan secara bergiliran antar-RT setiap tahun.
“Marching band tidak kami simpan untuk kepentingan internal. Kami dedikasikan untuk warga. Di wilayah ini, yang memiliki dan siap hanya kami,” tegasnya.
Media Internal dan Keterbukaan
Sekolah Mahanaim juga memiliki sarana komunikasi internal berupa media sosial Instagram dan radio komunitas. Radio komunitas tersebut bersifat nonkomersial dan digunakan khusus untuk kepentingan edukasi serta komunikasi internal sekolah.
Dalam berbagai kegiatan besar, halaman sekolah kerap digunakan sebagai ruang bersama dengan pemasangan tenda dari ujung ke ujung area. Seluruh kegiatan dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan warga sekitar.
Sebagai bentuk keterbukaan, pihak. Sekolah Mahanaim menyatakan siap memberikan klarifikasi kapan pun dibutuhkan.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, Sekolah Mahanaim menegaskan komitmennya untuk terus bertahan dan melayani. Pendidikan, kepedulian sosial, dan kebersamaan dengan lingkungan menjadi prinsip yang tidak ditinggalkan, meski tantangan pembiayaan masih dihadapi. Sekolah Mahanaim memilih tetap melangkah, menjaga kepercayaan masyarakat, dan berupaya hadir sebagai bagian dari solusi bagi lingkungan sekitarnya.
Penulis : Leonardus Marpaung
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Sekolah Mahanaim Bertahan di Tengah Krisis, Tegas Hadir untuk Sosial, Lingkungan, dan Kebangsaan












