Kecelakaan Kerja Kembali Terjadi di Lebak, Pekerja Tewas di Pabrik Semen, Tim BPAN Desak APH Bertindak ‎ ‎

Selasa, 7 April 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Lebak Banten – Kecelakaan kerja kembali mengguncang kawasan industri semen di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Seorang pekerja bernama Sigit Pebrianto dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan aktivitas kerja di pabrik semen milik PT Cemindo Gemilang Tbk, Selasa (7/4/2026) pagi.

‎Korban diketahui merupakan warga Kampung Pulomanuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di area produksi.

‎Sigit diduga meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam mesin produksi, tepatnya di bagian puli atau panbel (belt conveyor) yang tengah beroperasi. Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa korban diduga terpeleset sebelum akhirnya masuk ke dalam mesin gilingan.

Iya, meninggal. Informasinya terpeleset lalu jatuh ke puli atau panbel mesin produksi,” ujar sumber tersebut.

‎Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di kawasan industri tersebut yang sebelumnya telah beberapa kali menelan korban jiwa. Kondisi ini kembali memicu sorotan terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) melalui Jon Dani mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan.

‎“Kami mendesak APH untuk segera melakukan investigasi secara menyeluruh. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran, maka harus ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Jon Dani.

‎Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan penerapan K3 di kawasan industri tersebut, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Cemindo Gemilang Tbk belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap adanya transparansi dan langkah konkret dari pemerintah serta aparat penegak hukum agar keselamatan pekerja benar-benar menjadi prioritas utama.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Lebak Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru