Global Expose TV Kabupaten BUTON TENGAH – Waktu boleh terus bergulir, usia terus bertambah, dan pengabdian membawa setiap orang ke berbagai penjuru negeri. Namun, bagi keluarga besar Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Buton (HIPPMIB), ada satu ikatan yang tetap kokoh melampaui ruang dan waktu: persaudaraan.
Nuansa hangat itu kembali terasa dalam peringatan Milad ke-26 HIPPMIB yang digelar di kediaman Yasmin Daud, Selasa (7/7/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana sederhana itu menjelma menjadi ajang silaturahmi penuh makna, mempertemukan kembali para alumni yang telah lama meniti jalan pengabdian di berbagai profesi.
Mereka datang membawa kisah perjalanan hidup yang beragam. Ada yang mengabdikan diri sebagai guru, memimpin lembaga pendidikan sebagai kepala sekolah, bertugas sebagai aparatur sipil negara, hingga mengemban amanah sebagai prajurit TNI dan personel kepolisian di berbagai daerah, termasuk wilayah Papua. Meski dipisahkan jarak dan kesibukan, ikatan yang terjalin sejak aktif di HIPPMIB tetap menjadi perekat yang tak tergantikan.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat seorang alumni yang telah lama bertugas sebagai prajurit TNI di Gorontalo akhirnya kembali bertemu dengan sahabat-sahabat seperjuangannya setelah mendapat penugasan di Kabupaten Buton Tengah. Pertemuan itu menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa tidak pernah menghapus akar persaudaraan yang tumbuh sejak masa muda.
Bagi para alumni, HIPPMIB bukan sekadar organisasi kemahasiswaan. Organisasi ini menjadi tempat menempa karakter, membangun jiwa kepemimpinan, menumbuhkan semangat pengabdian, sekaligus melahirkan ikatan kekeluargaan yang terus terjaga hingga kini.
Ketua Panitia Milad ke-26 HIPPMIB, La Fidi yang akrab disapa Markus, mengatakan bahwa peringatan milad menjadi momentum penting untuk mempererat kembali tali silaturahmi di antara seluruh alumni.
“Kami ingin kebersamaan ini terus hidup. HIPPMIB telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup banyak alumni. Karena itu, silaturahmi seperti ini harus terus dijaga agar persaudaraan semakin erat dan menjadi kekuatan bersama dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Buton,” ujarnya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan begitu kental terasa. Gelak tawa, canda, dan cerita tentang masa-masa perjuangan sebagai mahasiswa mengalir tanpa sekat. Di balik setiap senyuman, tersimpan rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk kembali berkumpul dalam satu keluarga besar yang telah membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi yang sukses di bidang pengabdian masing-masing.
Milad ke-26 HIPPMIB bukan hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi penegasan bahwa organisasi akan tetap hidup selama nilai-nilai persaudaraan, kepedulian, solidaritas, dan semangat saling mendukung terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dari sebuah pertemuan sederhana di Buton Tengah, tumbuh harapan besar agar HIPPMIB terus menjadi rumah bagi putra-putri terbaik Buton untuk terus berkarya, mengabdi, serta bersatu membangun daerah dan bangsa dengan semangat persatuan yang tak akan pernah luntur.
Penulis : S Bahri dan team
Editor : Korwil
Sumber Berita: Milad ke-26 HIPPMIB: Jarak dan Waktu Tak Pernah Mampu Memudarkan Persaudaraan Anak-anak Buton












