GLOBAL EXPOSE TV – PANDEGLANG, BANTEN — Pembangunan jembatan di ruas jalan provinsi yang berada di wilayah Desa Ciherang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapat keluhan dari sejumlah warga dan pengguna jalan.

Keluhan tersebut berkaitan dengan kondisi jalan alternatif yang disediakan selama proses pembangunan berlangsung. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, 8 Oktober 2026, jalur alternatif tersebut terdapat batu-batu berukuran cukup besar sehingga dinilai menyulitkan pengguna kendaraan, terutama pengendara roda dua.

Sejumlah warga berharap pihak terkait dapat segera melakukan penataan dan perbaikan terhadap jalur alternatif tersebut. Menurut mereka, kondisi jalan yang kurang nyaman berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Jalan alternatifnya banyak batu besar. Kami berharap segera dirapikan supaya lebih aman dilalui, terutama bagi pengendara motor dan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur ini,” keluh salah seorang pengguna jalan.
Pembangunan jembatan tersebut diketahui merupakan pekerjaan dengan penyedia jasa PT Cipta Mandiri Kontruksindo, sementara konsultan pengawas tercatat PT Tanoeraya Konsultan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp4.723.643.000, dengan tanggal kontrak 21 Juli 2026 dan waktu pelaksanaan selama 158 hari kalender.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan dapat berjalan sesuai spesifikasi, tepat waktu, serta tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.
Selain kualitas pekerjaan, pengelolaan jalur alternatif juga menjadi perhatian penting karena akses tersebut digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga meminta pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi jalur alternatif, khususnya material batu yang dinilai terlalu besar, sehingga akses dapat lebih aman dan nyaman dilalui.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dan konsultan pengawas belum memberikan keterangan terkait keluhan warga tersebut. Global Expose TV membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Penulis : Iwan Gejes
Editor : Iwan Gejes
Sumber Berita: Pandeglang Banten












