Anak Sekolah Pertaruhkan Nyawa, Jembatan Penghubung Dua Desa di Aceh Timur Tak Kunjung Diperbaiki

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Aceh Timur – Nasib memprihatinkan dialami warga Desa Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, dan Desa Bantayan Timur, Kecamatan Idi Tunong. Jembatan atau titi yang menjadi akses utama penghubung kedua desa hingga kini masih terbengkalai setelah rusak diterjang banjir, memaksa masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, menyeberangi sungai menggunakan perahu seadanya. Jumat (17/7/2026).

Ironisnya, penyeberangan tersebut bukan sekadar sulit, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Sungai yang mereka lintasi merupakan aliran hulu Sungai Ulee Tutu, Idi Rayeuk, yang dikenal sebagai kawasan rawan kemunculan buaya. Meski dihantui risiko setiap hari, para pelajar tetap harus menyeberang demi menggapai pendidikan.

Kondisi ini memantik keprihatinan masyarakat. Mereka menilai lambannya penanganan infrastruktur telah memaksa anak-anak mempertaruhkan keselamatan hanya untuk berangkat dan pulang sekolah. Di sisi lain, aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan juga ikut terganggu akibat putusnya jalur penghubung tersebut.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur beserta instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk membangun kembali jembatan yang rusak. Infrastruktur tersebut bukan sekadar penghubung dua desa, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban sebelum bertindak. Perbaikan jembatan dinilai sebagai kebutuhan yang mendesak demi menjamin keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang setiap hari harus menghadapi ancaman nyata di sungai hanya untuk menuntut ilmu.

“Pendidikan seharusnya membuka jalan menuju masa depan, bukan memaksa anak-anak mempertaruhkan nyawa di tengah sungai yang rawan buaya akibat infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki.”

Facebook Comments Box

Penulis : S Bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: Anak Sekolah Pertaruhkan Nyawa, Jembatan Penghubung Dua Desa di Aceh Timur Tak Kunjung Diperbaiki

Berita Terkait

Dukung Pemulihan Pascabencana, BKO Sat Brimob Polda Kalimantan Timur Lakukan Pendataan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara
Prajurit Yonzipur 17/AD Bangun Jembatan Darurat Kala Ili, Putus Keterisolasian Lima Desa di Aceh Tengah
Pasca Banjir Lhoksukon, Personel Satbrimob Polda Kaltim Data Kerusakan Rumah Warga
Percepat Pemulihan Pascabanjir, Personel BKO Brimob Kaltim Ikuti Bimtek Verifikasi Kerusakan Rumah di Aceh Utara
Ramadan Membawa Kepedulian: Polres Aceh Tengah Salurkan Amanah Kapolri untuk Ringankan Beban Warga Terdampak Bencana
Satbrimob Polda Kaltim Salurkan Bantuan Kapolri dan Laksanakan Aksi Bersih Pascabanjir di Lhokseumawe
Brimob Kaltim Pulihkan Islamic Center Lhokseumawe Pascabanjir Bandang, Tegaskan Misi Kemanusiaan Negara
Sinergi di Tanah Rencong: Brimob Kaltim BKO Polda Aceh Bersihkan Masjid Al Mabrur Bersama Warga
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:57 WIB

Anak Sekolah Pertaruhkan Nyawa, Jembatan Penghubung Dua Desa di Aceh Timur Tak Kunjung Diperbaiki

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:17 WIB

Dukung Pemulihan Pascabencana, BKO Sat Brimob Polda Kalimantan Timur Lakukan Pendataan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:08 WIB

Prajurit Yonzipur 17/AD Bangun Jembatan Darurat Kala Ili, Putus Keterisolasian Lima Desa di Aceh Tengah

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:26 WIB

Pasca Banjir Lhoksukon, Personel Satbrimob Polda Kaltim Data Kerusakan Rumah Warga

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:26 WIB

Percepat Pemulihan Pascabanjir, Personel BKO Brimob Kaltim Ikuti Bimtek Verifikasi Kerusakan Rumah di Aceh Utara

Berita Terbaru