Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten PIDIE, ACEH – Kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai membongkar laboratorium gelap yang diduga menjadi bagian dari jaringan narkotika internasional di Provinsi Aceh. Dalam operasi tersebut, tim gabungan menyita hampir 1,2 ton bruto narkotika, termasuk sekitar 500 kilogram sabu kristal dan 20 drum berisi meth oil.

Pengungkapan yang dilakukan pada 21 Oktober 2026 itu menyasar lima lokasi di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. Operasi ini disebut sebagai pengungkapan laboratorium gelap dengan barang bukti terbesar di Indonesia.

Di sebuah rumah toko (ruko) di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, petugas menemukan fasilitas yang diduga digunakan untuk mengolah meth oil atau sabu cair menjadi sabu kristal. Selain narkotika, penyidik turut mengamankan sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi.

Sebanyak 11 orang diamankan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri atas dua warga negara asing (WNA) dan sembilan warga negara Indonesia (WNI). Penyidik kini mendalami peran masing-masing pihak, termasuk kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkotika lintas negara.

Diduga Terhubung Jaringan Internasional

Pengungkapan kasus ini berawal dari pengembangan informasi intelijen dan pemantauan terhadap pergerakan orang serta logistik yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkotika.

Berdasarkan penyelidikan sementara, bahan narkotika cair tersebut diduga berasal dari kawasan Asia Tenggara sebelum masuk ke Aceh. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pemantauan intensif hingga tim gabungan menemukan lokasi yang diduga dijadikan tempat pengolahan sabu.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi sinergi antarinstansi dan peran masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan bagian dari upaya melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman peredaran narkotika.

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Suyudi di Pidie, Jumat (23/10/2026).

Pemilik Ruko dan Rumah Sewa Diminta Waspada

Kapolri juga mengingatkan pemilik ruko, rumah kontrakan, dan rumah sewa agar lebih selektif dalam menerima penyewa. Identitas penyewa serta aktivitas yang berlangsung di tempat yang disewakan, menurutnya, perlu menjadi perhatian untuk mencegah penyalahgunaan properti sebagai lokasi kegiatan ilegal.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Penyidikan Berlanjut, DPO dan Aliran Dana Diburu

Meski laboratorium gelap tersebut telah diungkap, penyidikan masih terus dikembangkan. Aparat menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, memburu sejumlah orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), serta mendalami dugaan aliran dana yang berkaitan dengan kejahatan narkotika tersebut.

Polri bersama instansi terkait juga akan berkoordinasi dengan otoritas luar negeri untuk mengungkap lebih jauh struktur jaringan, jalur pasokan, dan pihak-pihak yang diduga berperan dalam operasi lintas negara itu.

Kapolri turut mengapresiasi personel Polri, BNN, Bea Cukai, serta National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok yang terlibat dalam pengungkapan tersebut.

Kerja sama lintas lembaga dan lintas negara dinilai penting untuk memutus rantai pasokan narkotika sekaligus mencegah Indonesia dimanfaatkan sebagai lokasi produksi maupun jalur distribusi jaringan narkotika internasional.

Penyidik masih mendalami seluruh temuan untuk memastikan peran para pihak yang diamankan serta mengungkap jaringan yang diduga berada di balik laboratorium gelap tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : S Bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

Berita Terkait

Anak Sekolah Pertaruhkan Nyawa, Jembatan Penghubung Dua Desa di Aceh Timur Tak Kunjung Diperbaiki
Dukung Pemulihan Pascabencana, BKO Sat Brimob Polda Kalimantan Timur Lakukan Pendataan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara
Prajurit Yonzipur 17/AD Bangun Jembatan Darurat Kala Ili, Putus Keterisolasian Lima Desa di Aceh Tengah
Pasca Banjir Lhoksukon, Personel Satbrimob Polda Kaltim Data Kerusakan Rumah Warga
Percepat Pemulihan Pascabanjir, Personel BKO Brimob Kaltim Ikuti Bimtek Verifikasi Kerusakan Rumah di Aceh Utara
Ramadan Membawa Kepedulian: Polres Aceh Tengah Salurkan Amanah Kapolri untuk Ringankan Beban Warga Terdampak Bencana
Satbrimob Polda Kaltim Salurkan Bantuan Kapolri dan Laksanakan Aksi Bersih Pascabanjir di Lhokseumawe
Brimob Kaltim Pulihkan Islamic Center Lhokseumawe Pascabanjir Bandang, Tegaskan Misi Kemanusiaan Negara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:57 WIB

Anak Sekolah Pertaruhkan Nyawa, Jembatan Penghubung Dua Desa di Aceh Timur Tak Kunjung Diperbaiki

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:17 WIB

Dukung Pemulihan Pascabencana, BKO Sat Brimob Polda Kalimantan Timur Lakukan Pendataan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:08 WIB

Prajurit Yonzipur 17/AD Bangun Jembatan Darurat Kala Ili, Putus Keterisolasian Lima Desa di Aceh Tengah

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:26 WIB

Pasca Banjir Lhoksukon, Personel Satbrimob Polda Kaltim Data Kerusakan Rumah Warga

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:26 WIB

Percepat Pemulihan Pascabanjir, Personel BKO Brimob Kaltim Ikuti Bimtek Verifikasi Kerusakan Rumah di Aceh Utara

Berita Terbaru