Global Expose TV Kabupaten Muara Enim – Adat Semende berasal dari wilayah pedalaman Sumatera Selatan, khususnya Semende Darat (Kabupaten Muara Enim). Masyarakat Semende berasal dari rumpun Melayu tua yang hidup di pegunungan Bukit Barisan dan menggantungkan hidup pada pertanian. Alam yang keras membentuk karakter mereka menjadi mandiri, berani, dan menjunjung tinggi kehormatan keluarga serta adat.
Nama Semende berasal dari kata semande yang berarti satu ibu, satu keturunan, satu asal. Makna ini menegaskan pentingnya persatuan keluarga dan kesinambungan keturunan. Dari filosofi ini lahir Adat Tunggu Tubang, yaitu sistem adat yang menetapkan anak perempuan tertua sebagai penjaga rumah dan harta pusaka, sementara laki-laki didorong merantau untuk hidup mandiri. Adat ini menekankan tanggung jawab, bukan kepemilikan.
Seiring pertumbuhan penduduk, pembukaan lahan, dan perantauan, wilayah Semende berkembang menjadi Semende Darat Ulu, Tengah, dan Laut. Meski terpencar wilayah, masyarakat Semende tetap satu dalam adat, musyawarah, kekerabatan, dan penghormatan kepada leluhur.
Adat Semende mengajarkan nilai luhur seperti tanggung jawab, persatuan keluarga, kemandirian, musyawarah, dan penghormatan terhadap perempuan. Nilai-nilai ini adalah falsafah hidup yang tetap relevan hingga kini.
Bangga lah menjadi orang Semende. Leluhurmu mengajarkan kehormatan, menjaga amanah, dan tidak melupakan asal. Selama adat Semende dijaga, jati diri Semende tidak akan pernah hilang.
Penulis : Suherman
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Asal Usul Adat Semende Yang Berkembang D pulau Sumatra Bagian Selatan












