Global Expose TV Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim- Api melahap bangunan ruang belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 022 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). Akibat peristiwa ini, puluhan murid sekolah itu terancam tidak dapat melaksanakan proses belajar.
“Kebakaran terjadi pada Rabu (31/1/2024) sore sekira pukul 16.00 Wita dan laporan baru diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekitar pukul 16.13 Wita,” ujar Kepala BPBD PPU, Budi Santoso, Rabu (1/2/2024).

Budi mengatakan bahwa lokasi kejadian berada di SDN 022, tepatnya di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, PPU. Api membakar bangunan sekolah dengan panjang 40 meter dan lebar bangunan yang terbakar 7,20 meter.
“Bangunan ini berdiri sejak tahun 2007 dan mendapatkan rehabilitasi di tahun 2020 berupa plafon dan lantai. Bahan dasar bangunan dominan adalah kayu sehingga api lebih cepat membesar dan menjalar kebagian lain bangunan,” jelas Budi.
Sehari setelahnya Pj Bupati PPU Makmur Marbun meninjau tempat kejadian pasca kebakaran, Marbun Pastikan Proses Belajar Mengajar Tetap Berjalan
Terjadinya kebakaran yang menghanguskan sebagian bangunan SDN 022 Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Penjabat Pj Bupati PPU, Makmur Marbun langsung meninjau lokasi sekolah tersebut, pada Kamis, (1/2/2024) pagi.

” Saya sebagai Pj Bupati harus mengecek langsung ke lapangan pasca kebakaran ini untuk memastikan anak-anak kita tetap bisa belajar di sini,” kata Makmur Marbun.
Pihaknya meminta, pasca kejadian tersebut yang harus dilakukan pertama adalah tidak boleh ada proses belajar mengajar kepada anak didik di sekolah tersebut terganggu.
Oleh karena itu dirinya langsung membawa dinas terkait seperti BPBD, dinas sosial, perpustakaan, PU, Dinas Pendidikan dan lainnya agar dapat bersama-sama mencarikan solusi dan dukungannya yang terbaik untuk SDN tersebut. Walaupun untuk sementara waktu proses belajar mengajar harus dilakukan di kelas darurat.

” Kalau kita bersatu semua pasti bisa. Anak anak mulai besok tidak boleh ada yang terganggu belajarnya walaupun ditenda sementara,” tegas Marbun.

Ia menambahkan bahwa musibah kapan saja dan dimana saja dapat terjadi. Untuk itu sambung dia agar siapapun hendaknya selalu waspada dengan kejadian yang mungkin saja dapat terjadi di lingkungan masyarakat.

” Terkait musibah ini mari kita jadikan sebagai pembelajaran bagi kita semua agar kita selalu waspada. Saya minta segera lakukan perbaikan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran ini, sehingga proses belajar mengajar di sekolah ini dapat segera normal kembali seperti sedia kala,” tutupnya.
Penulis : Edison Jalal
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Gedung Sekolah Di Kebakaran












