Global Expose TV Aceh Tamiang — Tanpa menunda waktu untuk beristirahat, sesaat setelah tiba di Kabupaten Aceh Tamiang, sembilan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang didampingi Biro Psikologi SSDM Polri langsung melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengerahan 169 Taruna Akpol dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) Tahun 2026, yang akan bertugas selama satu bulan penuh untuk mendukung pelayanan terpadu pascabencana di Aceh Tamiang.
Trauma healing perdana dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026), dengan menyasar 75 anak tingkat taman kanak-kanak yang terdampak langsung bencana.
Pendampingan dilakukan melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA), permainan edukatif, konseling kelompok kecil, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan keceriaan anak-anak.
Kehadiran para Taruna Akpol menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, bercerita, serta membangun kembali kepercayaan diri setelah mengalami peristiwa traumatis.
Psikolog SSDM Polri AKBP Astiadi Prahastomo, S.Psi., S.I.K., M.T., yang memimpin kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa trauma healing ini merupakan bentuk pertolongan psikologis awal bagi anak-anak pascabencana. Fokus utama kegiatan adalah memulihkan rasa aman, menurunkan kecemasan, serta membantu anak-anak kembali menjalani proses tumbuh kembang secara sehat.
“Pendekatan Psychological First Aid melalui permainan, interaksi sosial, dan komunikasi empatik terbukti efektif membantu anak-anak mengelola emosi dan membangun kembali rasa percaya diri. Peran Taruna Akpol sangat penting karena mereka mampu menjadi figur kakak dan sahabat bagi anak-anak,” ujar AKBP Astiadi.
Kegiatan trauma healing ini menjadi aksi kemanusiaan perdana dari rangkaian panjang pengabdian 169 Taruna Akpol di Aceh Tamiang.
Selama satu bulan ke depan, para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, mulai dari pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kegiatan trauma healing ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pemulihan pascabencana, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus.
“Selama satu bulan ke depan, 169 Taruna Akpol akan hadir dan bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang, memastikan kehadiran Polri tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan mental dan psikologis masyarakat agar mampu bangkit secara utuh,” tegasnya.
Kegiatan trauma healing ini menjadi simbol awal pengabdian Taruna Akpol di Aceh Tamiang.
Dengan semangat melayani dan menguatkan, para taruna diharapkan mampu menumbuhkan kembali harapan serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Penulis : Samsul bahri dan team
Editor : Faeyza
Sumber Berita: Datang untuk Mengabdi, Hadir untuk Menyembuhkan: 9 Taruna Akpol dan SSDM Polri Laksanakan Trauma Healing Perdana di Aceh Tamiang












