Gerakan Aksi Nakes Tuntut Status P3K Diduga Mendapat Intimidasi di Beberapa Puskesmas Pandeglang

Sabtu, 18 Januari 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Jabupaten Pandeglang, Banten – 17 Januari 2025, Ribuan tenaga kesehatan (nakes) honorer yang bertugas di sejumlah puskesmas di Kabupaten Pandeglang melaksanakan aksi demonstrasi pada Kamis, 16 Januari 2025. Mereka menuntut pemerintah daerah segera mengangkat mereka sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Aksi tersebut berlangsung di Kantor Bupati Pandeglang dan kantor DPRD Kabupaten Pandeglang.

Namun, aksi damai yang seharusnya menjadi jalan untuk menyuarakan aspirasi malah berbuntut intimidasi. Sejumlah nakes melaporkan adanya ancaman dari oknum kepala puskesmas di wilayah tersebut. Mereka diancam tidak akan diperpanjang Surat Keputusan (SK) Tugas Kerja Sukarela (TKS) atau bahkan diberhentikan jika berpartisipasi dalam aksi.

Beberapa puskesmas, seperti Puskesmas Labuan, puskesmas Cimanuk, puskesmas mandalawangi, dan bahkan Bojong, Puskesmas Sindangresmi, dilaporkan telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada peserta aksi, mulai dari SP1 hingga SP3.

“Kami hanya menyuarakan isi hati kami, tapi malah mendapat intimidasi. Padahal aksi ini adalah hak asasi manusia (HAM) yang dilindungi undang-undang,” ungkap salah satu nakes honorer.

Ketua Forum Komunikasi Honorer Nakes (FKHN), Elda, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyatakan siap turun langsung untuk mengawal kasus ini.

“Kami akan melanjutkan aksi ke dinas kesehatan atau puskesmas terkait jika anggota kami tidak diperlakukan dengan adil. Aksi kami sesuai dengan SOP, jadi tidak ada alasan untuk intimidasi,” tegas Elda.

Aksi tersebut mendapat perhatian publik, terutama karena intimidasi yang diterima para tenaga kesehatan dianggap melanggar kebebasan berekspresi yang dijamin undang-undang. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah maupun dinas kesehatan terkait tuntutan dan dugaan intimidasi tersebut.

Nakes honorer berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini, termasuk mengangkat mereka sebagai P3K sesuai janji reformasi birokrasi.

Facebook Comments Box

Penulis : Akew

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Gerakan Aksi Nakes Tuntut Status P3K Mendapat Intimidasi di Beberapa Puskesmas Pandeglang

Berita Terkait

Pembangunan Jembatan di Jalan Provinsi Ciherang Picung Dikeluhkan Pengguna Jalan, Jalur Alternatif Dinilai Membahayakan
GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
P3B Soroti Perbedaan Tanggal Kontrak Proyek Gedung Nuklir SPECT Rp10,5 Miliar, CV Adhy Tama Diminta Beri Klarifikasi
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto ajak masyarakat lestarikan batik sebagai warisan budaya indonesia
Berita ini 329 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Pembangunan Jembatan di Jalan Provinsi Ciherang Picung Dikeluhkan Pengguna Jalan, Jalur Alternatif Dinilai Membahayakan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru