Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Klarifikasi Perbedaan Filsafat Sunda dan Mantra

Minggu, 4 Mei 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan klarifikasi terkait perbedaan antara filsafat Sunda dan mantra. Menurutnya, filsafat Sunda dan mantra memiliki makna dan tujuan yang berbeda. Dedi Mulyadi menekankan pentingnya melestarikan adat istiadat Pasundan dan memahami filosofi Sunda yang kaya akan nilai-nilai budaya.

Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan yang menyebutkan bahwa Dedi Mulyadi terkait dengan mantra. Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya memahami dan menguasai filosofi Sunda dengan baik.

Sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikenal karena upayanya dalam melestarikan budaya dan adat istiadat Sunda. Ia berkomitmen untuk menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Sunda kepada masyarakat luas.

Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya memahami dan menghargai budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia berharap bahwa dengan memahami dan melestarikan budaya Sunda, masyarakat Jawa Barat dapat lebih mencintai dan menghargai warisan leluhur mereka.

Dengan demikian, Dedi Mulyadi berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya dan adat istiadat Sunda. Ia juga berharap bahwa upayanya dapat menjadi contoh bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan menghargai budaya lokal.

Dalam upaya melestarikan budaya Sunda, Dedi Mulyadi juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mempromosikan dan melestarikan kekayaan budaya Sunda. Ia berharap bahwa dengan kerja sama yang baik, budaya Sunda dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Melalui upayanya, Dedi Mulyadi berharap dapat meninggalkan warisan yang baik bagi generasi mendatang. Ia ingin agar budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat modern yang semakin kompleks.

Dedi Mulyadi juga mengapresiasi peran serta masyarakat dalam melestarikan budaya Sunda. Ia berharap bahwa dengan kerja sama yang baik, budaya Sunda dapat terus menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Dengan komitmennya untuk melestarikan budaya Sunda, Dedi Mulyadi telah menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang peduli dengan warisan budaya leluhur. Ia berharap bahwa upayanya dapat menjadi inspirasi bagi pemimpin lainnya untuk melestarikan budaya lokal di daerahnya masing-masing.

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Marpaung

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Klarifikasi Perbedaan Filsafat Sunda dan Mantra

Berita Terkait

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
Setahun Mengawal MBG, AsLap Batujajar Timur I Berakhir: Muncul Sorotan soal Prosedur Kerja dan Pengelolaan Limbah
Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Batujajar Timur Berjalan Lancar, Warga Penerima Manfaat Apresiasi
LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 
Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak
Polemik Dugaan Pemecatan Tanpa Surat Resmi AsLap SPPG Batujajar Timur I Mencuat
Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan
Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:07 WIB

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

Selasa, 29 September 2026 - 12:17 WIB

Setahun Mengawal MBG, AsLap Batujajar Timur I Berakhir: Muncul Sorotan soal Prosedur Kerja dan Pengelolaan Limbah

Senin, 28 September 2026 - 12:06 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Batujajar Timur Berjalan Lancar, Warga Penerima Manfaat Apresiasi

Rabu, 23 September 2026 - 12:24 WIB

LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 

Senin, 21 September 2026 - 10:41 WIB

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak

Berita Terbaru