Global Expose TV Kabupaten Indramayu – Ketua Komite Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Widasari Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Nano Supriyatno menyatakan kekecewaannya terkait kebijakan-kebijakan yang diambil pihak sekolah tanpa melibatkan komite. Menurutnya, keterlibatan komite sangat penting untuk menjaga transparansi dan keterbukaan dalam setiap pengambilan keputusan yang berdampak pada siswa, guru, dan lingkungan sekolah.
“Kami sebagai komite selalu diabaikan dan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan penting yang baru-baru ini diterapkan di sekolah antara lain, penetapan pembelian baju seragam khusus bagi siswa dan pelaksanaan kegiatan pembangunan.
Padahal, tugas kami adalah menjadi jembatan antara orang tua, sekolah, dan masyarakat, juga sebagai pelaksana kegiatan” ujar Nano kepada Global Expose TV baru-baru ini.
Diantara kebijakan yang menjadi sorotan adalah adanya keharusan membeli seragam kejuruan khusus yang dibebankan kepada para orang tua siswa yang besarnya RP. 800. 000 persiswa dan pelaksaan pengelolaan anggaran pembangunan penambahan ruang kelas yang nilainya ratusan juta tanpa adanya musyawarah maupun konsultasi dengan komite.
“Kami terpaksa harus menolak undangan kepala sekolah, karena kami selama ini hanya dijadikan boneka dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya”, kata Nano
Nano menambahkan bahwa keterlibatan komite dalam pengambilan keputusan ini sangat penting demi menghindari potensi kesalahpahaman antara pihak sekolah dan orang tua siswa juga pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.
“Ini bukan yang pertama, karena pada bulan Agustus juga ada kegiatan rehab 4 lokal yang nilainya sembilan ratus juta lebih juga panitianya didominasi para guru, sementara kami komite tidak diberi peran yang jelas”, tambahnya.
Nano Supriyatno menjelaskan bahwa pihaknya merasa tidak difungsikan sebagaimana mestinya dalam penentuan maupun pelaksanaan kebijakan-kebijakan sekolah, karena semua telah ditangani oleh pihak sekolah.
“Otoritas Kepala sekolah dan Bendahara sangat mendominasi, sehingga peran komite diabaikan. Kalaupun ada tertulis itu hanya bersifat formalitas, sedangkan realitasnya komite hanya sebagai boneka”, jelas Nano penuh kecewa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SMKN 1 Widasari, Ketika dikofirmasi melalu WhatsApp nya sampai berita ini di muat masih merespon atau menjawab pertanyaan awak media.
Penulis : Sutari
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Ketua Komite Kecewa Tak Dilibatkan dalam Kebijakan SMKN 1 Widasari, Tolak Undangan Kepsek












