Paguyuban Patwal Banten Soroti Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Etika Komunikasi Publik Dipertanyakan ‎

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Lebak, Banten – Retaknya hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Lebak menjadi perhatian publik. Ketidakharmonisan tersebut dinilai semakin terbuka setelah adanya pernyataan Bupati yang menyinggung masa lalu Wakil Bupati sebagai mantan narapidana, yang dianggap tidak mencerminkan etika komunikasi publik dalam pemerintahan.

‎

Ketua Umum Paguyuban Patwal Banten, Adang, yang juga merupakan advokat dan konsultan hukum dari IDERBUANA Law Firm, angkat bicara terkait situasi tersebut. Ia menilai, persoalan ini tidak lagi menjadi isu internal, melainkan telah dipertontonkan secara luas kepada masyarakat.

“Sangat disayangkan, penyebutan status masa lalu Wakil Bupati di ruang publik merupakan bentuk komunikasi yang tidak etis dalam tata kelola pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa keduanya sudah tidak lagi sejalan dalam memimpin Kabupaten Lebak,” ujar Adang, Senin (30/3).

Menurutnya, reaksi Wakil Bupati yang menunjukkan ketidakterimaan atas pernyataan tersebut merupakan hal yang wajar, mengingat adanya unsur serangan personal yang disampaikan secara terbuka.

Adang menegaskan, para pemimpin daerah seharusnya fokus pada pembangunan dan pelayanan masyarakat, bukan membuka kembali persoalan pribadi yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Masyarakat Lebak membutuhkan pemimpin yang kompak dan solid. Jika di tingkat pimpinan sudah terjadi konflik terbuka, tentu akan berdampak pada kinerja birokrasi di bawahnya,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, Paguyuban Patwal Banten mendesak kedua pemimpin daerah tersebut untuk kembali pada komitmen awal, yakni pakta integritas dan janji politik saat kampanye, demi menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik.

Kami akan terus mengawal situasi ini. Jangan sampai konflik ini menghambat pelayanan kepada masyarakat. Pemimpin harus menjadi teladan, baik dalam sikap maupun ucapan,” tegas Adang.

‎Hingga berita ini dirilis, ketegangan antara Bupati dan Wakil Bupati Lebak masih terasa. Publik pun menantikan adanya klarifikasi serta langkah rekonsiliasi guna menjaga kondusivitas daerah agar tetap aman, damai, dan fokus pada pembangunan.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes /Tim RED

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Lebak Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru