Global Expose TV Kabupaten Banda Aceh – Bhayangkara Fest 2024 didalamnya terdapat konser mendatangkan para artis dari Ibu Kota Jakarta dan artis Aceh yang digelar Polda Aceh selama empat hari dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78. menuai kecaman dan kritikan keras dari tokoh ulama Aceh.
Bhayangkara Fest 2024 didalamnya terdapat konser yang dilaksanakan di Taman Ratu Safiatuddin (Tarasa) Banda Aceh selama empat hari mulai 5—8 Juli 2024.
Kecaman dan kritikan keras yang dilontarkan untuk konser yang digelar Polda Aceh tersebut dari tokoh ulama Aceh, Tgk Zakaria Alhanafi melalui video nya yang tersebar di Mensos seperti Tiktok, Facebook (FB) dan di group-grup WhatsApp. Menurutnya, konser yang digelar oleh Polda Aceh sudah mengobok-obok Syariat Islam di bumi serambi Mekkah.
Video kecaman dan kritikan keras yang berdurasi 7 menit 50 detik itu, “Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatu Pada hari ini saya perlu menyampaikan kepada pihak kepolisian atau polda aceh yang melaksanakan Bhayangkara bapak jangan lupa sejarah pak, Bapak boleh orang berkuasa pak punya jabatan punya pangkat silahkan pak tapi ini bumi Aceh jangan kalian buat suka – suka kalian otak itu di pakai pak ya, ingat dulu aceh ini berperang dengan indonesia karena bukan menuntut kekayaan Aceh pak tapi orang – orang aceh itu pak berjuang, untuk mempertahankan syariat islam pak agar tidak di obok – obok di Aceh pak.
Mestinya bapak bikin Bhayangkara ulang tahun Bapak buat sesuai dengan syariat pak, “artinya buat doa bersama buat tausyiah buat hidup untuk memuhahsabahkan diri bukan berlompat lompat bikin konser demikian.
Aceh ini pak muak dengan demikian kalian berharap agar Aceh ini terus damai tapi provokasi – provokasi yang kalian lakukan itu membuat kemarahan orang – orang Aceh pak, “ini aneh sekali kalian mentang – mentang punya kekuasaan kalian buat sewena – sewena di aceh pak.
Lihat orang – orang kami orang aceh sampai mengeluarkan darah harta dan tenaga nya untuk, mempertahankan syariat islam di bumi serambi mekkah ini pak, supaya kenapa di nilai di luar sana Aceh ini masih tegak dan kokoh syariat islam, “kok kalian buat suka – suka kalian, apa karena kalian punya jabatan bisa buat suka – suka kalian aja. Tidak karena takut orang – orang untuk mengkritik kalian gitu sehingga nanti siapa yang kritik kau datang kau tangkap kau buat hukum undang – undang ITE dan sebagai nya itu aturan kalian sungguh kalian itu menciptakan sesuatu membuat bangsa ini marah pak.
Nanti paling – paling kalian ITE akan datang kepada saya ngancam – ngancam gitu kenapa harus mengkritik, gimana gak kami kritik pak ini bumi serambi mekkah kami pertahankan bagaimana syariat islam disini jangan di obok – obok bagaimana syariat islam disini kita pertahankan walapun dengan nyawa dan darah.
Jadi mestinya setelah perdamaian itu di jaga pak, jaga oh disini di Aceh enggak boleh konser jangan terapkan konser, jadi sekarang giliran orang kritik kalian anggap provokator. Kalian yang provokator yang sesungguh nya sungguh kami enggak bisa diam kalau terus – terusan begini Aceh jangan harap Aceh ini terus damai pak.
Oh alasan ini cuma hiburan apa kalau untuk hiburan boleh kita bikin pesta pora untuk mabuk – mabukan boleh kita buat konser untuk joget – joget kalau kek gitu cuman hiburan jahiliyah dulu sudah mulai kalau cuma untuk loncat – loncat mabok – mabokan dan sebagainya itu di anggap hiburan maka buatlah perzinaan yang legal supaya untuk menghibur.
Bikin tempat – tempat untuk mabuk – mabukan untuk hiburan karena fir’aun terlebih dahulu menciptakan hiburan demikian pak, “kita sudah mulai muak melihat, apalagi tanah blang padang itu tanah wakaf mesjid di kuasai oleh kalian kemudian kalian buat maksiat di tempat tanah mesjid nauzubillah semua nauzubillah.
Enggak ada lagi yang berani bersuara karena kalian bertangan besi semua bisa kalian hantam, kalian merasa tersinggung kan kami lebih tersinggung ketika syariat islam kalian obok – obok kalian merasa tersakiti ketika kita bersuara kan kami lebih tersakiti ketika syariat islam kalian obok – obok ulama diam bukan karena takut tapi masih menghargai kalian. Dimana otak dipakai pak.
Perasaan nya di pakai kenapa syariat islam selalu di langgar di Aceh ini kita ini sudah bosan melihat permainan seperti ini pak.
Nanti giliran ada orang yang mencoba memerdekakan Aceh nanti dibilang di anggap teroris di anggap dia itu kriminal dia anggap dia ini provokator dan sebagainya.
Tapi kalian sendiri tidak menjaga perdamaian aceh lebih – lebih orang – orang yang telah mendatangani MOU Helsinki kenapa kalian bungkam kenapa kalian diam seribu bahasa kenapa enggak kalian lawan kezoliman – kezoliman kemaksiatan – kemaksiatan kok diam seribu bahasa, ” ini bikin kita bangsa Aceh muak dengan permainan ini semua.
Kemana para ulama – ulama coba bersuarakan jangan sampai mereka tinggal di bumi Aceh buat suka – suka mereka enggak ada yang berani menegur seakan – akan sudah boleh ini sekarang menyambut tahun baru, tahun baru islam di Aceh timur juga di buat konser otak nya dimana kok bisa menyambut bertepatan dengan muharram bukan nya kita berdoa bertawasul dan bermunajat meminta ampunan kepada allah.
Ini kok malah buat suka – suka kita dimana perasaan hati nurani kita ini giliran saya berbicara keras langsung mereka akan datang samperin nanti untuk bikin surat klarifikasi minta maaf gitu saya lebih baik pak untuk mempertahankan syariat islam di Aceh pak, lebih baik saya tinggal di dalam penjara dari pada harus minta maaf begitu pak, kami cinta dengan aceh pak cinta kedamaian tapi jangan buat kemaksiatan dan kemungkaran di bumi Aceh ini bumi aulia ini bumi syuhada para pejuang – pejuang dulu mempertahankan untuk mempertahankan marwah harkat martabat syariat islam di bumi serambi mekkah, cuba berfikir logika lah pak jaga kebaikan kalau kalian mau berdamai dengan orang aceh.
Betul – betul jaga sikap dan toleransi kalian jangan hanya paling pandai kalian menyalahkan kita ketika nanti di anggap provokator dan sebagainya kalian sadar tidak sesuatu yang tak baik kek gini jangan di jadikan contoh, nanti di anggap oleh bangsa Aceh ini adalah sebuah budaya dianggap nanti ini adalah sebuah adat istiadat yang boleh di lakukan di Aceh padahal ini ulah – ulah kalian semua nauzubillah semua nauzubillah,” cukup sekian apa yang saya sampaikan mudah – mudahan kedepan tidak ada lagi dan kepada ulama – ulama MPU dan semua nya para masyarakat tolong lah setiap ada sesuatu dengan dihadiri jangan diberi izin jangan buat kemungkaran di bumi Aceh secara terang – terangan dan terbuka tunggu azab allah. Kalau kalian itu diam, bungkam melihat permainan – permainan ini yang sungguh luar biasa, cukup sekian dan terima kasih salamualaikum warahmatullah hiwabarakatu,” demikian isi kecaman dan kritikan keras dalam video yang sudah viral tersebut.
Penulis : Muhammad Ikhwan
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Tgk Zakaria Alhanafi












