POLRI TANCAP GAS REFORMASI PENDIDIKAN: Kurikulum Berbasis HAM, AI, dan Big Data Mulai Diterapkan Tahun 2027

Senin, 6 Juli 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kota SEMARANG – Polri mempercepat langkah reformasi di sektor pendidikan sebagai bagian dari transformasi kelembagaan menuju institusi kepolisian yang semakin profesional, modern, adaptif, dan berintegritas. Mulai tahun 2027, kurikulum pendidikan Polri akan mengadopsi pendekatan berbasis hak asasi manusia (HAM), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pemanfaatan big data.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakapolri, Dedi Prasetyo, usai menghadiri tiga agenda strategis di Akademi Kepolisian (Akpol), yakni Analisis dan Evaluasi (Anev) Pendidikan dan Pelatihan Semester I Tahun 2026, peresmian Kelas Tematik Akpol, serta Laboratorium Sosial Sains Kepolisian.

Menurut Wakapolri, Anev Semester I menjadi momentum penting untuk menyusun desain baru sistem pendidikan Polri yang selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 serta agenda reformasi kepolisian.

“Seluruh kurikulum pendidikan Polri sedang didesain ulang agar semakin berbasis hak asasi manusia, memperkuat kompetensi dan profesionalisme personel, sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” tegasnya.

Reformasi kurikulum tersebut akan diterapkan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan pembentukan hingga pendidikan pengembangan pada seluruh jenjang, termasuk pendidikan Bintara Polri, SPKT, Brimob, Polair, hingga Intelijen.

Dalam kesempatan itu, Wakapolri juga meresmikan Kelas Tematik Akpol sebagai model pembelajaran baru yang merepresentasikan fungsi-fungsi utama kepolisian. Ke depan, konsep serupa akan dikembangkan di seluruh Polda dengan menampilkan karakteristik wilayah, kearifan lokal, serta pemanfaatan big data sebagai media pembelajaran bagi para taruna.

Menurutnya, taruna Akpol dipersiapkan menjadi first line supervisor sekaligus calon pemimpin Polri masa depan yang mampu menghadapi tantangan era digital.

“Mayoritas taruna berasal dari Generasi Z dan Generasi Alpha. Karena itu, proses pembelajaran harus dekat dengan digitalisasi, pengambilan keputusan berbasis data, analisis berbasis AI, serta kemampuan berpikir komprehensif dan holistik,” jelasnya.

Wakapolri juga meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang diklaim menjadi salah satu laboratorium kepolisian modern di kawasan Asia. Laboratorium tersebut memanfaatkan teknologi digital, big data, dan AI untuk mendukung pembelajaran berbasis riset serta pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.

Keberadaan laboratorium itu diharapkan menjadi pusat pengembangan analisis sosial kepolisian sekaligus memperkuat penerapan konsep evidence-based policing, yakni kebijakan dan tindakan kepolisian yang didasarkan pada data, riset, dan bukti ilmiah.

Tak berhenti di Akpol, transformasi pendidikan juga akan diperluas ke jenjang pendidikan kepemimpinan. Melalui Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah menyiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital untuk membekali para middle manager dan top manager dengan kemampuan mengambil keputusan yang lebih cepat, tepat, efektif, efisien, dan berbasis data.

“Ini merupakan komitmen Polri untuk terus membangun SDM unggul melalui reformasi pendidikan, reformasi kultur organisasi, dan penguatan kompetensi personel. Seluruh upaya ini dilakukan untuk menjawab harapan masyarakat sekaligus menghadapi dinamika tantangan global, regional, maupun nasional,” pungkas Wakapolri.

Facebook Comments Box

Penulis : S bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: POLRI TANCAP GAS REFORMASI PENDIDIKAN: Kurikulum Berbasis HAM, AI, dan Big Data Mulai Diterapkan Tahun 2027

Berita Terkait

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 
Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak
Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan
Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok
Berikan Dukungan Psikologis, Satgas Damai Cartenz Ajak Anak-anak SD Inpres Kago Bermain dan Belajar Bersama
Patroli Jalan Kaki di Distrik Muara, Personel Damai Cartenz Sapa dan Berbagi dengan Warga
Polda Metro Jaya Cegah Potensi Gangguan, Puluhan Sajam dan Bahan Molotov Diamankan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:07 WIB

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

Rabu, 23 September 2026 - 12:24 WIB

LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 

Senin, 21 September 2026 - 10:41 WIB

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak

Senin, 14 September 2026 - 18:42 WIB

Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan

Rabu, 9 September 2026 - 10:24 WIB

Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok

Berita Terbaru