Rentetan Kecelakaan Kerja di Lebak Kembali Telan Korban Jiwa, Desakan Investigasi K3 Menguat ‎ ‎

Selasa, 7 April 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Lebak Banten – Rentetan kecelakaan kerja yang terjadi di area operasional pelabuhan milik PT Cemindo Gemilang Tbk kembali menelan korban jiwa pada Selasa (7/4/2026). Insiden terbaru ini semakin memperkuat sorotan publik terhadap dugaan lemahnya penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi tersebut.

Sebelumnya, sejumlah kasus serupa telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, insiden kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggal dunia mulai ramai diperbincangkan. Tragedi kembali terjadi pada Maret 2025, di mana tiga pekerja dilaporkan meninggal dunia dalam kurun waktu satu bulan. Tidak lama berselang, pada Juli 2025, kecelakaan kerja kembali terjadi dan menambah daftar korban jiwa. Secara total, empat pekerja dilaporkan meninggal dunia sepanjang tahun 2025.

Menanggapi kondisi tersebut, Tim Badan Penelitian Aset Negara melalui Jhon Dani mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Ia menilai, kejadian yang terus berulang ini menjadi indikasi kuat adanya kelalaian serius dalam penerapan standar K3.

Ini bukan lagi kejadian biasa. Jika kecelakaan terus berulang dan menelan korban jiwa, maka patut diduga ada kelemahan sistemik dalam pengawasan dan penerapan K3,” tegas Jhon Dani.

Ia juga meminta agar pihak terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi benar-benar melakukan audit lapangan secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi prosedur operasional, kelayakan alat, hingga perlindungan terhadap pekerja.

‎Selain itu, Jhon Dani menekankan pentingnya transparansi kepada publik terkait hasil investigasi nantinya, serta pemberian sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait insiden terbaru tersebut. Sementara itu, masyarakat dan para pemerhati ketenagakerjaan berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat guna mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Lebak Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru