SILATURAHMI DAN KONSOLIDASI MENARA BIRU DI MUNJUL, TOKOH MASYARAKAT AJAK UTAMAKAN DIALOG, RENCANA AKSI 3 NOVEMBER JADI SOROTAN

Senin, 2 November 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBAL EXPOSE TV – MUNJUL, PANDEGLANG, BANTEN — Isu rencana aksi unjuk rasa terkait keberadaan Menara Biru (MB) di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial, menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat.

Untuk menyikapi persoalan tersebut, pihak Menara Biru menggelar kegiatan silaturahmi dan konsolidasi bersama sejumlah unsur organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, aktivis, serta perwakilan warga Munjul, Sabtu (1/11/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi dan koordinasi guna membangun pemahaman bersama sekaligus menjaga situasi keamanan dan kondusivitas wilayah Kecamatan Munjul.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BPPKB Kabupaten Pandeglang, jajaran BPPKB Banten, tim ahli Menara Biru (MB), Ketua Karang Taruna Kecamatan Munjul, tokoh masyarakat H. Ending, jajaran aktivis, wartawan, mahasiswa, serta perwakilan masyarakat setempat.

Ketua Karang Taruna: Persoalan Perlu Diluruskan

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Karang Taruna Kecamatan Munjul yang mewakili masyarakat menyampaikan pandangannya mengenai pihak-pihak yang meramaikan persoalan keberadaan Menara Biru.

Ia menyebutkan bahwa kelompok yang dikaitkan dengan rencana aksi tersebut bukan merupakan representasi warga asli Kecamatan Munjul.

“Warga Munjul menyampaikan bahwa yang meramaikan persoalan ini bukan warga Munjul, tetapi urang luar atau orang dari luar wilayah,” tegasnya.

Sementara itu,H Ending , menyampaikan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya tidak melarang investor masuk ke Kabupaten Pandeglang untuk mendorong pembangunan dan kemajuan daerah.

Namun, menurutnya, para investor harus tetap menjalin komunikasi, bersinergi, serta berkolaborasi dengan masyarakat di lingkungan tempat usahanya beroperasi.

“Sudah jelas Bupati Pandeglang tidak melarang investor masuk ke Pandeglang untuk memajukan daerah, tetapi investor harus bersinergi dengan wilayah dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Masyarakat Sampaikan Dukungan terhadap Menara Biru

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan masyarakat Munjul menyatakan dukungan terhadap kegiatan usaha Menara Biru. Mereka menilai keberadaan perusahaan selama ini telah memberikan kontribusi positif, khususnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami mendukung kegiatan MB di Munjul. CSR serta kegiatan sosialnya kami tahu selalu turun ke masyarakat,” ungkap perwakilan warga.

Masyarakat berharap hubungan baik antara perusahaan dan lingkungan sekitar dapat terus dipertahankan sehingga keberadaan investor memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

Peri: MB Siap Menindaklanjuti Keluhan Masyarakat

Peri selaku perwakilan pihak perusahaan Menara Biru dalam sambutannya menyampaikan bahwa perusahaan selama ini berupaya hadir membantu masyarakat, termasuk ketika terjadi bencana.

Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan tidak selalu dipublikasikan secara luas. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Sebetulnya MB selalu terdepan ketika ada bencana, kami turun membantu. Namun, kami tidak selalu menggembar-gemborkan kegiatan tersebut. Insyaallah, setiap ada keluhan dari masyarakat sekitar akan kami tindak lanjuti. Pihak MB selalu konsisten,” ujarnya.

Peri juga berharap setiap persoalan yang muncul dapat terlebih dahulu disampaikan melalui surat resmi atau audiensi sebelum ditempuh langkah aksi di lapangan.

“Ke depan, saya mohon apabila ada permasalahan, silakan bersurat terlebih dahulu atau melakukan audiensi sebelum aksi. Kami berharap setiap persoalan bisa dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama,” tambahnya.

Rencana Aksi 3 November 2026 Menjadi Perhatian

Di sisi lain, beredar informasi mengenai rencana konsolidasi teknis lapangan (Teklap) yang berkaitan dengan rencana aksi massa pada Selasa, 3 November 2026.

Dalam materi undangan konsolidasi tersebut, sejumlah koordinator lapangan dan perwakilan elemen diajak melakukan persiapan teknis, meliputi pemetaan rute massa dan titik kumpul, pembagian tim medis, logistik dan hukum, pembagian komando lapangan, serta pengarahan keamanan untuk mengantisipasi provokasi maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.

Rencana konsolidasi tersebut menjadi perhatian setelah berlangsungnya pertemuan silaturahmi antara pihak perusahaan dan sejumlah elemen masyarakat Munjul.

Meski demikian, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak demokrasi masyarakat yang harus dihormati. Setiap pihak diharapkan dapat menjaga ketertiban, menghindari provokasi, serta mengutamakan penyelesaian persoalan melalui komunikasi yang terbuka dan bermartabat.

Harapan Bersama: Investasi Berjalan, Masyarakat Mendapat Manfaat

Melalui kegiatan silaturahmi dan konsolidasi tersebut, diharapkan hubungan antara pihak perusahaan, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen terkait semakin baik.

Keberadaan investor diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah, membuka peluang ekonomi, serta meningkatkan kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar.

Semua pihak diharapkan mengedepankan kepentingan bersama agar Kecamatan Munjul tetap aman, kondusif, dan terbuka terhadap pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

GLOBAL EXPOSE TV – AKTUAL, TAJAM & TERPERCAYA.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Pandeglang Banten

Berita Terkait

TAK KUNJUNG DIFASILITASI AUDIENSI, KOMANDO HAM LAYANGKAN SURAT AUDIENSI JILID II KE DINAS PERKIM PROVINSI BANTEN
SPPG CIODENG SINDANGRESMI GELAR TASYAKURAN DAN JUMAT BERKAH, MITRA-YAYASAN TEGASKAN DANA KEGIATAN SOSIAL DARI KANTONG PRIBADI, BUKAN ANGGARAN MBG
Akhirnya Setelah Ditelusuri Anggaran Renovasi Gedung Kantor Bawaslu Kabupaten Pandeglang yang memanfaatkan eks Kantor Kesbangpol Kabupaten Pandeglang Diketahui Dengan Pagu Anggaran Rp. 2.7 Miliar Dengan Pelaksana Masih Siluman*
MIRIS! SDN KADUBADAK ANGSANA DISOROT, 185 SISWA BELAJAR DENGAN JENDELA DITAMBAL BAMBU DAN PLAFON BOLONG, DANA BOS DIPERTANYAKAN!
Puluhan Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Warga Kampung Ci Cae Cipinang Gotong Royong Bangun Jalan Poros Kabupaten: Pemerintah Diminta Turun Tangan
Camat Sindangresmi Eka Rahmawijaya Dampingi Siswa Diniyah Wakili Kabupaten Pandeglang di Ajang Lomba Tahfidz dan MQK Tingkat Provinsi Banten
DIDUGA JUAL MINYAKITA DI ATAS HET, DISTRO BERAS CABANG LABUAN DI PASAR PANIMBANG DISOROT
152 Sertipikat Tanah PTSL Diserahkan kepada Warga Desa Ciodeng, Masyarakat Apresiasi Program Pemerintah
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:31 WIB

TAK KUNJUNG DIFASILITASI AUDIENSI, KOMANDO HAM LAYANGKAN SURAT AUDIENSI JILID II KE DINAS PERKIM PROVINSI BANTEN

Senin, 2 November 2026 - 14:17 WIB

SPPG CIODENG SINDANGRESMI GELAR TASYAKURAN DAN JUMAT BERKAH, MITRA-YAYASAN TEGASKAN DANA KEGIATAN SOSIAL DARI KANTONG PRIBADI, BUKAN ANGGARAN MBG

Senin, 2 November 2026 - 14:01 WIB

SILATURAHMI DAN KONSOLIDASI MENARA BIRU DI MUNJUL, TOKOH MASYARAKAT AJAK UTAMAKAN DIALOG, RENCANA AKSI 3 NOVEMBER JADI SOROTAN

Minggu, 1 November 2026 - 15:52 WIB

Akhirnya Setelah Ditelusuri Anggaran Renovasi Gedung Kantor Bawaslu Kabupaten Pandeglang yang memanfaatkan eks Kantor Kesbangpol Kabupaten Pandeglang Diketahui Dengan Pagu Anggaran Rp. 2.7 Miliar Dengan Pelaksana Masih Siluman*

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

MIRIS! SDN KADUBADAK ANGSANA DISOROT, 185 SISWA BELAJAR DENGAN JENDELA DITAMBAL BAMBU DAN PLAFON BOLONG, DANA BOS DIPERTANYAKAN!

Berita Terbaru