Global Expose TV Kabupaten Pandeglang – Pada hari Minggu, Aksi penggalangan dana dilakukan di berbagai titik di Desa Ujungjaya, mulai dari Kampung Tanjung Lame hingga Kampung Tamanjaya Girang. Para peserta aksi berkeliling kampung dengan membawa pamflet dan kotak donasi untuk mengumpulkan bantuan dari
Ketua Forum Solidaritas Masyarakat Ujungjaya, Sukroni, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dan kekompakan masyarakat Desa Ujungjaya, termasuk petani, nelayan, dan pemuda. “Aksi yang kami lakukan ini adalah bentuk solidaritas dan rasa kekompakan di Desa Ujungjaya. Bagaimanapun, kekompakan adalah modal utama dalam perjuangan kami di sini,” ujarnya.
Dedi, selaku koordinator lapangan, menyatakan bahwa aksi penggalangan dana ini akan terus berlanjut hingga ada keputusan hukum terhadap lima warga yang diperiksa. “Kami akan terus melakukan penggalangan dana sampai ada keputusan hukum untuk lima orang terperiksa tersebut,”
Sementara itu, Kepala Desa Ujungjaya, Komarudin, menekankan bahwa aksi ini bukan sekedar membela yang salah, namun untuk menumbuhkan rasa kepedulian antarwarga. Menurutnya, tindakan lima warga tersebut dilakukan karena tuntutan ekonomi keluarga, bukan keinginan pribadi. “Salah satu dari lima warga terperiksa bahkan harus putus sekolah karena kesulitan ekonomi,” jelas Komarudin.
Komarudin berharap agar Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan pihak pengadilan dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi para terperiksa. “Semoga hal ini menjadi bahan pertimbangan, baik bagi pihak Taman Nasional maupun pengadilan, agar memberikan kesimpulan yang ringan, bahkan diharapkan ada opsi bebas bersyarat atau bebas murni,” Harapnya.
Penulis : Edi Junaedi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Solidaritas Masyarakat Ujungjaya untuk Lima Warga yang Diperiksa atas Kasus Pengambilan Burung di TNUK












