Soroti Program Ketahanan Pangan Desa Dinilai Pemborosan Presiden Bupati DPRD Diminta Evaluasi

Senin, 14 April 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global expose TV Kabupaten Bogor – Program ketahanan pangan desa bertujuan memenuhi kebutuhan pangan desa secara mandiri dan berkelanjutan, Sasarannya adalah Petani, peternak, pembudidaya ikan, nelayan, dan pelaku usaha sektor pangan lainnya.

Kegiatannya adalah diberbagai sektor seperti Pengembangan pertanian, peternakan, perikanan, dan sarana pendukungnya, Alokasi dana
Minimal 20% dari Dana Desa. Pengelolaan dana, BUMDes, BUM Desa bersama, atau lembaga ekonomi masyarakat di Desa
Pengembangan, Diversifikasi tanaman, pelatihan keterampilan hidup, dan pengembangan infrastruktur. Pemantauan
mendirikan sistem pemantauan untuk mengukur kemajuan program secara berkala.

Menyoroti program ini aktivis sosial sebut anggaran ratusan juta yang dialokasikan dari Dana Desa (DD) untuk program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes dan kelompok Tani perlu pengawasan dan penanganan yang extra ketat dan harus di kelola oleh orang-orang yang mempunyai SDM yang mumpuni dan punya keahlian dalam bidangnya agar tidak mubazir atau cuma menghambur-hamburkan anggaran.

“Program ini harus diawasi dengan ketat oleh Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) kabupaten Bogor, harus ada payung hukum yang jelas, karena banyak ditemukan bahwa pihak desa diduga asal realisasi program tersebut, tanpa melibatkan ahli dalam menjalankan program tersebut sehingga programnya banyak yang gagal dan cuma menghambur-hamburkan uang negara saja”, ucap Romi Sikumbang Ketua DPC LSM Penjara Bogor Raya pada Wartawan Senin 14 April 2025.

Menurutnya Pemerintah Desa (Pemdes) di kabupaten Bogor melupakan hal-hal yang penting dan krusial seperti perekrutan pengurus kelompok asal comot tanpa ada verifikasi sumber daya manusianya sehingga bukan dibidangnya.

Bahkan kata dia bukan itu saja mulai dari perencanaan, pengadaan dan prakteknya tidak sesuai, itu bisa dilihat dari penggelontoran anggaran hingga pembuatan laporan pertanggung jawaban.

“Banyak hal yang diabaikan kan dan dilupakan oleh Pemdes dalam merekrut pelaksana program, diantaranya verifikasi asal jadi, perencanaan yang gak matang pengadaan tidak sesuai sehingga dalam pelaksanaan banyak kegagalan dan anggaran tersebut dialokasikan tanpa hasil dan tidak sesuai dengan tujuannya”, ungkapnya

Maka dari itu lanjut Romi yang juga selaku aktivis anti korupsi mengganggap ini adalah PR Bupati Dan DPRD kabupaten Bogor Serta Pemerintah Pusat demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dengan cara evaluasi juklak juknisnya program tersebut, buat payung hukum yang jelas supaya ketika terjadi kegagalan dalam program tersebut ada konsekuensi hukum yang bisa dipertanggungjawabkan oleh Pemdes atau Kepala Desa(Kades) tidak seperti saat ini tidak ada kejelasan hukumnya.

“Ini PR Bupati dan DPRD Kabupaten Bogor dan Pemerintah Pusat harus dievaluasi pelaksanaan program ini agar program tersebut lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat, dan ketika payung hukumnya jelas Kades selaku kepala pemerintahan desa bisa mempertanggungjawabkan realisasi program tersebut”, Tandasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Marpaung

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Soroti Program Ketahanan Pangan Desa Dinilai Pemborosan Presiden Bupati DPRD Diminta Evaluasi

Berita Terkait

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi Definitif, Koordinator Aksi Desak Penyelesaian Tiga Tuntutan Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya
Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik
Diduga Alami Kekerasan Fisik di Singapura, PMI Asal Lampung Mengadu ke KP2MI, Kedan Prabo 08 Desak PT JMI Bertanggung Jawab
Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga
Kekeringan Melanda Kampung Kebon, BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan Air Bersih ke Warga
Samsat Kabupaten Bekasi Tingkatkan Pelayanan, Wajib Pajak Diimbau Urus Sendiri Tanpa Calo
2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
H. Dulloh Syafei Menang Telak, Terpilih sebagai Kepala Desa Sumber Jaya Periode 2026–2034
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi Definitif, Koordinator Aksi Desak Penyelesaian Tiga Tuntutan Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Kapolres PPU Raih Suara Indonesia Award 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Diduga Alami Kekerasan Fisik di Singapura, PMI Asal Lampung Mengadu ke KP2MI, Kedan Prabo 08 Desak PT JMI Bertanggung Jawab

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pererat Kedekatan dengan Warga, Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Kampung Wandoga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Kekeringan Melanda Kampung Kebon, BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan Air Bersih ke Warga

Berita Terbaru

Provinsi Sumatera Utara

Polsek Torgamba Gelar OSN, Kapolres Labusel Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

Sabtu, 24 Okt 2026 - 12:40 WIB