Tokoh Adat dan Warga Desa Poldung Desak Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan

Minggu, 22 Juni 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Labuhanbatu Utara – Sumatera Utara (21/6/2025) – Tokoh adat sekaligus perwakilan masyarakat Desa Poldung, Abdul Japar Munte, menyampaikan permohonan terbuka kepada pemerintah pusat dan daerah untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pendidikan di desanya yang hingga kini masih tertinggal dan terisolasi.

Desa Poldung, yang berada di Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, berdiri setelah merdeka sejak tahun 1947 dan dikenal sebagai salah satu desa cagar budaya di Sumatera Utara. Dengan jumlah penduduk sekitar 120 kepala keluarga, mayoritas warganya merupakan keturunan langsung dari Raja Munte, tokoh pendiri wilayah tersebut.

Meski memiliki potensi besar di sektor budaya dan pertanian, Desa Poldung belum tersentuh pembangunan yang memadai. Salah satu persoalan krusial adalah akses jalan yang masih sangat terbatas. “Jarak dari Desa Poldung ke jalan lintas provinsi Aek Kanopan–Rantauprapat sekitar 60 kilometer, namun belum ada pembangunan jalan yang layak. Saat musim hujan, akses makin sulit,” ungkap Abdul Japar Munte.

Selain infrastruktur jalan, sarana pendidikan juga sangat minim. Satu-satunya sekolah yang tersedia hanyalah tingkat Sekolah Dasar (SD), dengan kondisi bangunan yang tidak lagi layak digunakan. Tidak tersedia sekolah lanjutan maupun fasilitas pendukung lainnya, sehingga anak-anak di Desa Poldung harus menempuh jarak jauh untuk melanjutkan pendidikan.

Atas kondisi tersebut, Abdul Japar Munte atas nama masyarakat Desa Poldung menyampaikan seruan kepada:

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia,
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara,
agar segera memberikan perhatian serius, terutama terkait pembangunan jalan penghubung dari Simonis ke Desa Poldung, serta pembangunan fasilitas pendidikan dan infrastruktur dasar lainnya.

Desa Poldung berbatasan dengan Hatapang di timur, Desa Rombisan di utara, Desa Sihulambu di selatan, serta Hasang dan Onansao (Kabupaten Toba) di barat. Dengan luas wilayah sekitar 16.325 hektar, desa ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra pertanian dan budaya, apabila didukung dengan infrastruktur yang memadai.

“Kami tidak ingin Desa Poldung terus terpinggirkan. Generasi muda kami berhak atas pendidikan yang layak, dan masyarakat berhak hidup dengan fasilitas dasar yang manusiawi. Kami menunggu kehadiran nyata dari pemerintah,” tegas Abdul Japar.

Penulis Ramses Sihombing

Melalui pernyataan ini, masyarakat Desa Poldung berharap agar desa mereka masuk dalam skala prioritas program pembangunan nasional maupun daerah demi kemajuan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Penulis : Mursin Pohan

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Tokoh Adat dan Warga Desa Poldung Desak Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan

Berita Terkait

Pria 30 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Rumah Orang Tuanya di Labusel, Polisi Belum Beri Keterangan
Tanah Warisan 2 Hektare Diduga Diserobot, Empat Ahli Waris Laporkan BSS ke Polres Labuhanbatu
Enam Tahun Perkara LP/968/X/2019, Pelapor Minta Kepastian Hukum: Terlapor Disebut Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka
Universitas Islam Labuhanbatu Laksanakan PKKMB Akademik 26/27, Rektor Unisla Dari Gagasan Menjadi Aksi
Hampir 4 Bulan Dua Tersangka Pemganiayaan Nawawi Belum Ditahan Polres Labuhanbatu Diminta Bertindak
Ratusan Kader GM FKPPI Sumut Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Bukit Barisan
SMKS Pemda Rantauprapat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/Tahun 2026, Manor Ritonga : Mari Kita contoh Suri Tauladan Nabi Uswatun Hasanah
Meningkatkan Program Pendidikan PT.FIF Group Rantauprapat Laksanakan MOU dengan Universitas Islam Labuhanbatu 
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Pria 30 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Rumah Orang Tuanya di Labusel, Polisi Belum Beri Keterangan

Sabtu, 19 September 2026 - 11:49 WIB

Tanah Warisan 2 Hektare Diduga Diserobot, Empat Ahli Waris Laporkan BSS ke Polres Labuhanbatu

Senin, 14 September 2026 - 07:25 WIB

Enam Tahun Perkara LP/968/X/2019, Pelapor Minta Kepastian Hukum: Terlapor Disebut Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka

Sabtu, 12 September 2026 - 13:26 WIB

Universitas Islam Labuhanbatu Laksanakan PKKMB Akademik 26/27, Rektor Unisla Dari Gagasan Menjadi Aksi

Sabtu, 12 September 2026 - 10:17 WIB

Hampir 4 Bulan Dua Tersangka Pemganiayaan Nawawi Belum Ditahan Polres Labuhanbatu Diminta Bertindak

Berita Terbaru