Global Expose TV Kabupaten Pandeglang Banten – Pada 20 Mei 2025, Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, berinisial N.A. angkat bicara terkait aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayahnya. Ia menilai bahwa aksi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan aspirasi masyarakat lokal karena mayoritas peserta bukan berasal dari Cibaliung.
“Dari informasi yang kami terima, sebagian besar peserta bukanlah masyarakat Cibaliung. Ini patut menjadi perhatian, karena aksi itu membawa nama daerah kami tanpa representasi yang sah dari warga setempat, kata N.A.
Ia juga mengungkap adanya dugaan provokasi oleh oknum tertentu yang sengaja mengarahkan massa untuk menciptakan ketegangan sosial. Menurutnya, tindakan seperti ini sangat merugikan dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Warga harus waspada terhadap gerakan yang dimotori pihak luar dengan agenda tersembunyi. Mereka datang, memprovokasi, lalu pergi tanpa memikirkan dampaknya,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga Cibaliung yang enggan disebutkan namanya juga mengaku resah dengan adanya aksi tersebut. Ia merasa bahwa situasi yang awalnya tenang menjadi memanas tanpa alasan yang jelas.
“Kami di sini sebenarnya hidup damai. Tapi sejak aksi itu, suasana jadi berbeda. Banyak orang tak dikenal berkumpul, dan itu membuat warga merasa waswas,” ungkapnya.
Terkait isu yang diangkat dalam aksi, yakni soal pengelolaan kawasan hutan, N.A. menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan hutan negara di bawah pengelolaan Perhutani dan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Karena itu, segala bentuk tuntutan harus disampaikan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur hukum.
N.A. pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif, tidak mudah terpengaruh provokasi pihak luar, dan mengedepankan dialog sebagai cara utama dalam menyampaikan aspirasi.
Penulis : Ajat GBO
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Tokoh Pemuda Cibaliung N.A.: Aksi Unjuk Rasa Diduga Diprovokasi Oknum












