Infrastruktur Buruk, Proyek Jembatan di Jalur Nasional Kembali Makan Korban, Madyarakat Mendorong Agar Audit Pemborong nya

Jumat, 13 Desember 2024 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Pandeglang Banten – Kondisi memprihatinkan pada proyek pembangunan Jembatan Ci Calung di Kampung Citangkil, Desa Tangkil Sari, dan Jembatan Babakan di Kampung Babakan, Cimanggu, menjadi perhatian serius masyarakat. Infrastruktur yang diduga dibangun secara asal-asalan ini tidak hanya menuai kritik tajam tetapi juga kerap memakan korban jiwa, terutama pengendara roda dua. Kedua jembatan ini merupakan bagian dari jalur nasional yang menghubungkan Cikesik dan Sumur.

Masalah Utama di Dua Jembatan Jembatan Ci Calung yang lokasi nya Kampung Citangkil, Desa Tangkil Sari karena kondisi Aspal nya yang berlubang di beberapa titik telah menyebabkan delapan kecelakaan, mayoritas melibatkan kendaraan roda dua.

Kepala Desa Cimanggu, Obih Kusnadi, angkat bicara terkait buruknya kondisi Jembatan Ci Calung di Kampung Citangkil, Desa Tangkil Sari, dan Jembatan Babakan di Kampung Babakan, Cimanggu. Ia mengakui bahwa pembangunan kedua jembatan dilakukan secara tidak maksimal, sehingga berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

Menurut Obih, salah satu masalah utama adalah kondisi aspal berlubang di Jembatan Ci Calung, yang telah menyebabkan delapan kecelakaan. “Aspal berlubang menjadi penyebab utama kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Ini jelas membahayakan warga,” ujarnya.
Salah satu masyarakat melayangkan kritik tajam terhadap proyek pembangunan Jembatan Ci Calung di Kampung Citangkil, Desa Tangkil Sari, dan Jembatan Babakan di Kampung Babakan, Cimanggu, yang merupakan bagian dari jalur nasional penghubung Cikesik-Sumur. Dugaan bahwa pembangunan dilakukan secara asal-asalan menimbulkan kekhawatiran besar terkait keselamatan pengguna jalan.

Karena proyek nasional kok kondisi nya sangat buruk sekali pada dua jembatan ini, seperti aspal berlubang di Jembatan Ci Calung yang telah menyebabkan delapan kecelakaan, menuai protes keras dari masyarakat. Mereka mempertanyakan pengawasan dan tanggung jawab pihak-pihak terkait dalam memastikan kualitas proyek infrastruktur nasional.

“Jembatan ini seharusnya dibangun dengan standar yang memadai, mengingat fungsinya sebagai jalur nasional. Tapi kondisi sekarang justru membahayakan. Kami meminta segera ada tindakan perbaikan agar tidak ada lagi korban kecelakaan,” ujar salah satu warga setempat.

Masyarakat juga mendesak untuk mencegah jatuh nya korban jiwa lebih lanjut, masyarakat mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah berikut:

Ia juga meminta pemerintah yang berwenang harus mengevaluasi kualitas pembangunan kedua jembatan dan memastikan adanya tanggung jawab dari kontraktor pelaksana.

Perbaikan Infrastruktur
Lubang-lubang di aspal harus segera diperbaiki, disertai dengan penguatan struktur jembatan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

Pengawasan Proyek yang Ketat
Proyek infrastruktur berskala nasional memerlukan pengawasan lebih ketat agar kualitas konstruksi sesuai dengan standar.

Keselamatan pengguna jalan harus jadi prioritas, karena diduga buruknya kualitas pembangunan infrastruktur nasional ini menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah. Masyarakat berharap tindakan segera dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan agar fasilitas publik dapat memberikan manfaat maksimal tanpa risiko kecelakaan.

 

Facebook Comments Box

Penulis : Edi Junaedi

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Infrastruktur Buruk, Proyek Jembatan di Jalur Nasional Kembali Makan Korban, Madyarakat Mendorong Agar Audit Pemborong nya

Berita Terkait

Pembangunan Jembatan di Jalan Provinsi Ciherang Picung Dikeluhkan Pengguna Jalan, Jalur Alternatif Dinilai Membahayakan
GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
P3B Soroti Perbedaan Tanggal Kontrak Proyek Gedung Nuklir SPECT Rp10,5 Miliar, CV Adhy Tama Diminta Beri Klarifikasi
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto ajak masyarakat lestarikan batik sebagai warisan budaya indonesia
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Pembangunan Jembatan di Jalan Provinsi Ciherang Picung Dikeluhkan Pengguna Jalan, Jalur Alternatif Dinilai Membahayakan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru