Global Expose TV Kabupaten Pandeglang Banten – Para Tenaga Kerja Sosial (TKS) dan Tenaga Kerja Honorer (TKH) di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski telah mengabdi lebih dari 10 tahun di pelosok daerah sebagai tenaga kesehatan maupun tenaga pendidik, banyak dari mereka tidak berhasil lolos seleksi untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut salah satu tenaga honorer, mereka merasa upaya pengabdian selama ini kurang dihargai, terutama karena lokasi penugasan mereka berada di daerah terpencil dengan akses yang sulit. “Kami berharap ada keadilan dalam seleksi PPPK. Kami sudah bekerja keras di daerah yang sulit dijangkau, tapi tetap tidak ada prioritas,” ujar seorang tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Ketua Forum Honorer Kabupaten Pandeglang menyampaikan aspirasi para anggotanya. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian khusus kepada tenaga honorer yang telah mengabdi lama, khususnya di sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan.
“Harus ada kebijakan afirmasi untuk honorer yang sudah bertahun-tahun bekerja di pelosok. Jika terus begini, semangat pengabdian mereka bisa runtuh,” tambahnya.
Para tenaga honorer juga menilai perlu adanya transparansi dalam proses seleksi PPPK, serta pengawasan yang ketat untuk memastikan hasil yang adil bagi semua peserta, terutama mereka yang telah mengabdi di daerah terpencil.
Pemerintah pusat hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan ini. Namun, isu ini telah memicu perhatian publik mengingat tenaga honorer menjadi tulang punggung layanan dasar di berbagai pelosok Indonesia
Nasib petugas Nusantara Sehat di Kabupaten Pandeglang semakin memprihatinkan. Dari jumlah awal 22 orang, kini hanya tersisa sekitar 8 petugas yang masih bertugas. Padahal, surat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah dikirimkan kepada pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk mengangkat para petugas tersebut tanpa melalui tes, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang berarti.
Program Nusantara Sehat sendiri bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Sayangnya, perhatian terhadap keberlanjutan para petugas yang telah berkontribusi besar ini seolah dikesampingkan oleh pemerintah daerah. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan, mengingat jumlah mereka yang tidak banyak namun keberadaannya sangat penting bagi masyarakat di wilayah Pandeglang.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang diharapkan segera menindaklanjuti rekomendasi dari Kemenkes demi memberikan kepastian dan apresiasi atas dedikasi para petugas Nusantara Sehat.
Penulis : Edi Nasikin
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Keluhan Honorer di Pandeglang: Mengabdi Lebih dari 10 Tahun, Tak Lolos Seleksi PPPK










