322 PERSONEL DITERJUNKAN, POLRI PERKUAT PENCEGAHAN KARHUTLA DARI TINGKAT TAPAK

Senin, 7 September 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV JAKARTA – Polri memperkuat strategi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengedepankan kehadiran personel di tengah masyarakat. Sebanyak 322 personel Satgas Edukasi, Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla gelombang kedua diterjunkan ke empat wilayah prioritas, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Langkah tersebut menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak semata dilakukan setelah api berkobar. Polri mendorong pencegahan sejak dini melalui edukasi, komunikasi, pemetaan potensi kerawanan serta keterlibatan aktif masyarakat.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menekankan, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat. Pencegahan, kata dia, harus menjadi kekuatan utama sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

“Rekan-rekan harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, berikan pemahaman dan ajak masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” ujar Wakapolri dalam pembekalan di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 322 personel yang diberangkatkan terdiri atas 64 peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK dan 22 pendamping. Mereka akan melaksanakan tugas selama 10 hari atau menyesuaikan kebutuhan serta perkembangan situasi di masing-masing wilayah.

Pengerahan gelombang kedua ini merupakan kelanjutan dari penugasan sebelumnya. Sebanyak 189 peserta didik telah lebih dahulu diterjunkan ke lapangan. Sistem gelombang dan lintas ganti tersebut dirancang agar kegiatan edukasi dan pencegahan tetap berlangsung secara berkesinambungan.

Wakapolri mengingatkan agar personel tidak menggunakan pendekatan yang menggurui. Sebaliknya, mereka diminta terlebih dahulu memahami persoalan masyarakat dan karakteristik wilayah sebelum memberikan edukasi.

“Datanglah dengan pendekatan yang baik dan humanis. Dengarkan masyarakat, pahami kondisi di lapangan, kemudian berikan edukasi yang mudah dipahami,” katanya.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena masyarakat bukan sekadar objek dalam penanganan Karhutla, melainkan garda terdepan sekaligus bagian dari solusi.

Karena itu, jejaring pencegahan harus diperkuat hingga tingkat desa dan komunitas. Bhabinkamtibmas, Babinsa, Masyarakat Peduli Api, kepala desa, tokoh adat serta elemen masyarakat lainnya diharapkan menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Edukasi juga diarahkan pada tindakan konkret, mulai dari tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, menjaga lingkungan sekitar, mengenali potensi kerawanan hingga segera melaporkan apabila ditemukan titik api.

“Karhutla bukan hanya tanggung jawab Polri atau pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas,” tegas Wakapolri.

Selain menjalankan fungsi edukasi, para peserta pendidikan kepemimpinan juga diminta menjadikan penugasan tersebut sebagai kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana organisasi bekerja di lapangan.

Wakapolri menegaskan, para peserta merupakan calon pemimpin yang harus mampu membaca persoalan secara utuh, bukan hanya dari perspektif administrasi maupun teori.

“Rekan-rekan adalah middle dan top manager. Karena itu, lihat bagaimana organisasi bekerja, bagaimana kondisi wilayah dan bagaimana kebijakan diimplementasikan,” ujarnya.

Kehadiran ratusan personel di empat wilayah tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan. Lebih jauh, penugasan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, membangun jejaring dengan masyarakat serta memetakan akar persoalan yang selama ini menjadi pemicu Karhutla.

Dengan strategi hadir, mendengar, mengedukasi dan menggerakkan masyarakat, Polri memperkuat pencegahan Karhutla dari tingkat tapak.

Sebab, semakin cepat potensi kebakaran dikenali dan dicegah, semakin kecil peluang api berkembang menjadi bencana yang mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial-ekonomi.

Pencegahan bukan menunggu api padam. Pencegahan dimulai sebelum api menyala.

Facebook Comments Box

Penulis : S Bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: 322 PERSONEL DITERJUNKAN, POLRI PERKUAT PENCEGAHAN KARHUTLA DARI TINGKAT TAPAK

Berita Terkait

Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda
Polda Metro Jaya Jaga Ruang Aspirasi, Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan
Dirgayuza: SMA KTB Buka Penjaringan Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia
SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh Selama Tiga Tahun
Penanganan KM Virgo Transport 8 Dilimpahkan ke Mabes Polri, SAR Gabungan Masih Cari 69 Korban
LSM KCBI Kembali Raih Juara 1 Nasional, Ketum Joel B. Simbolon: Ini Kemenangan Seluruh Kader
Kapolri Luncurkan STNK Digital dan Pembayaran Tilang Terintegrasi, Layanan Lalu Lintas Makin Praktis
Polda Metro Jaya Bagikan Air Minum dan Makanan Ringan kepada Peserta Penyampaian Aspirasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Polri Gelar Sertijab Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda

Selasa, 29 September 2026 - 10:43 WIB

Polda Metro Jaya Jaga Ruang Aspirasi, Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

Senin, 28 September 2026 - 19:44 WIB

Dirgayuza: SMA KTB Buka Penjaringan Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia

Senin, 28 September 2026 - 19:40 WIB

SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh Selama Tiga Tahun

Senin, 28 September 2026 - 19:32 WIB

Penanganan KM Virgo Transport 8 Dilimpahkan ke Mabes Polri, SAR Gabungan Masih Cari 69 Korban

Berita Terbaru