Global Expose TV Kabupaten PUNCAK – Aparat gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak mengintensifkan penyelidikan kasus penikaman terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial MM (44) di kawasan Pasar Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Polisi mendalami dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) serta kemungkinan motif balas dendam di balik aksi penyerangan tersebut.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIT, tepatnya di depan Bengkel Mandiri Utama, Kompleks Pasar Kago, Kampung Ulumuni. Saat kejadian, korban tengah duduk di atas sepeda motornya sebelum tiba-tiba diserang dari belakang menggunakan senjata tajam jenis pisau yang ditusukkan ke bagian leher.
Usai melancarkan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri ke arah Kampung Ulumuni. Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga terdapat lima orang yang terlibat. Tiga orang diduga bertugas memantau situasi sekitar, sedangkan dua lainnya berperan langsung melakukan penikaman.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa korban sempat berteriak meminta pertolongan hingga warga berdatangan dan membawanya ke RSUD Ilaga untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban mengalami luka tusuk pada bagian leher akibat penikaman dari arah belakang. Saat ini korban masih dalam keadaan sadar, sementara pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan masih tertancap di tubuhnya,” ungkap Yusuf, Senin (2/11/2026).
Mengingat keterbatasan fasilitas medis di RSUD Ilaga, korban kemudian dirujuk ke RSUD Timika menggunakan pesawat pada Senin pagi dengan pengawalan aparat kepolisian. Korban dijadwalkan kembali dirujuk ke Makassar untuk memperoleh penanganan medis lanjutan.
Di sisi lain, aparat gabungan langsung bergerak melakukan penyelidikan dengan menyisir lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mendata barang bukti untuk kepentingan penyidikan.
Barang bukti yang telah dicatat meliputi satu jaket biru navy, satu celana jeans biru navy, satu baju hitam milik korban, serta sebilah pisau bergagang kayu berwarna cokelat dengan panjang sekitar 40 sentimeter yang diduga digunakan dalam penyerangan.
Pisau tersebut belum dapat diamankan karena masih tertancap di tubuh korban dan harus menunggu tindakan medis.
“Kami akan terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan mengetahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas Yusuf.
Dugaan Balas Dendam Masih Didalami
Terkait motif penyerangan, penyidik tengah mendalami sejumlah informasi awal yang mengarah pada dugaan keterkaitan dengan KKB. Salah satu kemungkinan yang diselidiki adalah aksi balas dendam menyusul penangkapan seorang anggota kelompok yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Meski demikian, kepolisian menegaskan dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan dan masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi serta pengumpulan alat bukti.
“Berdasarkan informasi awal, kejadian ini diduga berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata. Terdapat dugaan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu DPO dari kelompok mereka. Namun, motif dan keterkaitan tersebut masih kami dalami,” jelasnya.
Selain mengusut penikaman, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 juga mencermati beredarnya sejumlah video aksi kekerasan di media sosial. Hasil monitoring dan profiling menunjukkan video yang diunggah influencer Sebi Sambom tersebut merupakan dokumentasi peristiwa lama, masing-masing terjadi pada April 2026 dan September 2025.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak penyebaran ulang konten lama yang berpotensi menimbulkan keresahan maupun membentuk persepsi keliru mengenai situasi keamanan terkini di Papua.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh berita bohong atau informasi yang tidak sesuai fakta,” ujar Yusuf.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Seluruh dugaan yang muncul, termasuk kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu, akan diuji berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.
“Peristiwa penikaman ini menjadi perhatian serius kami. Aparat akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik kejadian tersebut. Setiap dugaan keterkaitan dengan kelompok tertentu juga akan didalami berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang sah. Kami memastikan proses penanganan berjalan secara profesional sesuai prosedur hukum,” tegas Faizal.
Sebagai langkah antisipasi, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak meningkatkan patroli, kewaspadaan, dan pemantauan keamanan di wilayah Ilaga. Koordinasi dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan juga diperkuat guna mencegah potensi gangguan keamanan.
Kepolisian mengajak masyarakat tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui informasi yang dapat membantu pengungkapan perkara.
Penyelidikan terus berjalan. Aparat memastikan upaya pengejaran dan pengungkapan identitas pelaku dilakukan secara profesional guna membawa pihak yang bertanggung jawab ke proses hukum.
Penulis : S bahri dan team
Editor : Korwil
Sumber Berita: Penikaman ASN di Ilaga, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan KKB dan Motif Balas Dendam












